Selasa 02 Maret 2021, 11:32 WIB

Berhenti Satu Bulan, Sekolah di Sikka Gelar KBM Tatap Muka Kembali

Gabriel Langga | Nusantara
Berhenti Satu Bulan, Sekolah di Sikka Gelar KBM Tatap Muka Kembali

MI/Gabriel Langga
Murid-murid SD di sebuah SD di Sikka bersiap untuk belajar tatap muka.

 

SELAMA satu bulan proses kegiatan belajar mengajar sistem tatap muka di sekolah tidak berlangsung akibat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur status merah. Namun memasuki bulan Maret ini, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka kembali memperbolehkan sekolah mulai dari TK, SD, dan SMP untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar tatap muka yang berlangsung di sekolah.

Kepada mediaindonesia.com, Senin (1/3) Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Mayella Da Cunha mengaku pihak telah memberikan izin kepada setiap kepala-kepala sekolah mulai dari TK, SD, dan SMP untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di sekolah mereka masing-masing. Meski demikian ia mengingatkan kegiatan KBM tatap muka di sekolah dilakukan secara terbatas.

"Surat dari dinas sudah kita kirim ke setiap kepala sekolah untuk kembali melaksanakan kegiatan KBM tatap muka di sekolah. Tatap muka di sekolah ini dilakukan terbatas yang dimulai pada tanggal 1 Maret 2021," papar dia,

Baca JugaPemkab Sikka Hentikan KBM Tatap Muka

Dia menyampaikan pelaksanaan KBM tatap muka terbatas ini dengan mengikuti beberapa ketentuan seperti bagi sekolah jenjang TK/PAUD, waktu pembelajaran untuk TK selama tiga hari dalam seminggu dan untuk PAUD dua hari dalam seminggu. Bagi sekolah jenjang SD, ungkap dia, pembelajarannya untuk hari Senin, Rabu, dan Jumat untuk siswa kelas satu, tiga dan lima. Kemudian, Selasa, Kamis dan Sabtu untuk kelas dua, empat dan enam.

"Sementara bagi jenjang SMP, diatur shift tiga kali sesuai dengan kondisi sekolah. Waktu pembelajaran ini berjalan normal berlaku bagi SD dan SMP saja. Sedangkan TK dan Paud lama pembelajaran hanya dua jam," beber Mayella ini.

Manyella menegaskan bahwa selama pembelajaran tatap muka terbatas, sekolah wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat selama proses pembelajaran berlangsung seperti memakai masker, mengukur suhu badan, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Semua sekolah wajib patuhi protokol kesehatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dan juga kita minta pihak sekolah selalu
berkoordinasi terus dengan kita," pungkas dia. (GL/OL-10) 

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Polemik Rekening Bupati Flotim untuk Donasi Bencana Adonara

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 13 April 2021, 07:28 WIB
Bupati Flotim Anton Hadjon beralasan membuka renenging atas nama pribadi untuk membantu korban bencana untuk menampung dana bantuan dari...
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

PKB Bali Sosialisasi Tiga Prioritas Hasil Mukernas dan Munas Ulama

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 13 April 2021, 07:23 WIB
Ada tiga hasil utama Mukernas PKB dan Munas Alim Ulama yakni pendidikan, pertanian dan UMKM yang kini disosialisasikan kader PKB menjelang...
MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Bertambah 72 Orang, 30 Sembuh

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 13 April 2021, 07:08 WIB
Kasus positif covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bertambah 72 orang, Senin (12/4). Namun, kali ini terdapat 30 pasien positif yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya