Selasa 02 Maret 2021, 04:00 WIB

Tulungagung Rencanakan Belajar Tatap Muka Mulai Juli 2021

Mediaindonesia.com | Nusantara
Tulungagung Rencanakan Belajar Tatap Muka Mulai Juli 2021

Antara/Umarul Faruq
Sejumlah guru di jawa timur menjalani vaksinasi Covid-19

 

PEMERINTAH Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menargetkan pembelajaran tatap muka bagi siswa sekolah di semua jenjang pendidikan pada Juli 2021, seiring tuntasnya program vaksinasi pada kelompok pengajar dan tenaga di lingkup kependidikan.

"(Vaksinasi) kami targetkan selesai antara Mei-Juni. Kalau lancar dan tidak ada kendala, Juli pembelajaran tatap muka bisa dilakukan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro dikutip dari Antara.

Meski demikian, skenario itu diberlakukan apabila vaksinasi tidak molor, dan semua tenaga pendidik sudah diimunisasi. Jika belum, pembelajaran tatap muka akan dijadwal ulang.

"Dari pusat sendiri menargetkan (vaksinasi Covid-19) bagi pengajar sampai bulan Juni," katanya.

Masalahnya, batas akhir vaksinasi bagi pengajar disesuaikan dengan persediaan vaksin yang diterima oleh Satgas Penanganan Covid-19 Tulungagung.

Galih tak memungkiri kebijakan tersebut masih berisiko terjadi paparan antarsiswa.Namun menurutnya, risiko itu relatif kecil lantaran baik pengajar dan orang tuanya sudah terlindungi oleh vaksin, sehingga tercipta kekebalan kelompok (herd immunity).

“Ilustrasinya begini, orang tuanya sudah divaksin akan melindungi anak-anak di rumah, gurunya juga divaksin,” katanya.

Meski demikian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan dasar tetap dilakukan. Siswa dan pengajar wajib memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak.

Baca juga : Diperiksa Kejari, Ini Penjelasan Mantan Bupati Jember

“Isi ruang mengajar akan dikurangi menjadi 75 persen,” kata Galih.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Hariyo Dewanto memastikan pihaknya siap menjalankan kebijakan pembelajaran tatap muka. Seluruh pengajar di Tulungagung, baik ASN maupun sukarelawan sudah siap dengan pembelajaran tatap muka.

"Yang penting guru-guru kita sudah siap divaksin, karena banyak yang masuk kelompok rentan,” katanya.

Saat ini jumlah guru ASN sebanyak tujuh ribuan, dan sukarelawan sekitar 10 ribuan.

Proses vaksinasi sudah menyasar pengajar. Seluruh pengajar harus sudah divaksin sebelum pembelajaran tatap muka dilakukan.

“Jika ada satu saja yang belum divaksin, bisa menimbulkan celah penularan,” paparnya.

Haryo Dewanto atau yang biasa disapa Yoyok ini menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Bupati Tulungagung.

Selama pembelajaran secara daring, pihaknya sering mendapat protes dari wali murid. Mereka merasa keberatan dengan pelaksanaan pembelajaran daring (online). (Ant/OL-7)

Baca Juga

Ist

Kabupaten Paser, Kaltim Memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 13:11 WIB
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Kideco terus berupaya mendukung berbagai kebijakan pemerintah Indonesia yang berkaitan...
MI/Yose Hendra

Balimau di Masjid, Tradisi Silaturahim Ramadan di Agam

👤Yose Hendra 🕔Senin 12 April 2021, 11:52 WIB
Masyarakat Nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, gelar balimau dengan cara menjalin silaturahmi di masjid...
MI/Dok Humas Riau

Pariwisata Riau Kembali Bangkit

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 12 April 2021, 11:38 WIB
Setelah terpuruk akibat covid-19, Pemprov Riau membangkitkan lagi sektor pariwisata  dengan meluncurkan Calendar of Event (CoE)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya