Sabtu 27 Februari 2021, 06:15 WIB

Berbaju Tahanan dan Diborgol, Wabup Ogan Komering Ilir Dilantik

Mediaindonesia.com | Nusantara
Berbaju Tahanan dan Diborgol, Wabup Ogan Komering Ilir Dilantik

Antara/Mushaful Imam.
Wakil bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu terpilih Johan Anuar mengenakan rompi oranye.

 

WAKIL Bupati Ogan Komering Ulu terpilih, Johan Anuar, berangkat ke lokasi pelantikan dirinya sebagai kepala daerah menggunakan baju tahanan dengan kedua tangan diborgol. Johan Anuar keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas I A Pakjo Palembang pada Jumat (26/2) pukul 14.00 WIB juga menggunakan topi didampingi jaksa KPK dan pengacaranya serta dikawal ketat personel Brimob Polda Sumsel.

Keluarnya Johan yang berstatus terdakwa korupsi tanah pemakaman di Kabupaten Ogan Komering Ulu tersebut berjalan alot karena kuasa hukumnya, Titis Rachmawati, sempat meminta awak media tidak melakukan peliputan. "Prinsipnya Johan Anuar bersedia dilantik di Griya Agung dan prosesnya sudah sesuai dengan protokol yang diamanatkan KPK. Jadi mohon rekan-rekan media tidak meliput di sini (rutan). Silakan liput di Griya Agung," kata Titis sebelum Johan dikeluarkan.

Saat Johan keluar, ia langsung masuk mobil jaksa KPK. Ia bersama rombongan berangkat ke Griya Agung Palembang untuk dilantik oleh Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai Wabup Ogan Komering Ulu.

Menurut Titis, pengawalan KPK terhadap Johan hanya sebatas dari rutan sampai pintu gerbang Griya Agung. Selanjutnya Johan diserahkan kepada panitia pelaksana pelantikan dengan tetap dikawal.

Johan dilantik mendampingi Bupati Ogan Komering Ulu terpilih, Kuryana Azis, sebagai kepala daerah setempat periode 2021-2026 setelah menang melawan kotak kosong pada Pilkada 2020. Keduanya juga termasuk petahana.
 
Pengadilan Negeri Palembang mengizinkan Johan Anuar menjalani pelantikan sebagai kepala daerah di luar Rutan Pakjo Palembang setelah Kemendagri mengirimkan surat pemberitahuan. Johan hanya diberi waktu berada di luar rutan pada Jumat (26/2), mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.

Johan juga terancam langsung dinonaktifkan sebagai wabup setelah pelantikan karena statusnya masih terdakwa. Sebelumnya, Johan Anuar didakwa melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan tanah permakaman yang merugikan negara Rp5,7 miliar. Tindakan tersebut dilakukan saat Johan Anuar masih menjabat Wakil Ketua DPRD Ogan Komering Ulu pada 2012.

Johan Anuar ditahan KPK di Rutan Polres Jakarta Pusat pada 10 Desember 2020 atau satu hari setelah tahapan pencoblosan pilkada serentak. Tersangka menjadi calon wakil bupati tunggal berpasangan dengan Kuryana Azis. Penahanan tersangka dilakukan setelah lembaga antirasuah itu mengambil alih perkara kasusnya dari Polda Sumsel pada 24 Juli 2020. (Ant/OL-14)

Baca Juga

MI/Heri Susetyo

Ribuan KTP Pelanggar Prokes Menumpuk di Kejari Sidoarjo

👤Heri Susetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 07:57 WIB
Sebanyak 4.900 KTP warga yang terjaring razia protokol kesehatan (prokes) menumpuk di kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo karena tidak...
MI/Dok penjabat bupati Sabu Raijua

Terseret Badai Hingga Samudera Hindia, Dua Nelayan Selamat

👤Palce Amalo 🕔Selasa 13 April 2021, 07:45 WIB
Dua nelayan Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) terseret badai hingga Samudera Hindia, selamat atas bantuan sebuah pesawat...
MI/Gabriel Langga

Polemik Rekening Bupati Flotim untuk Donasi Bencana Adonara

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 13 April 2021, 07:28 WIB
Bupati Flotim Anton Hadjon beralasan membuka renenging atas nama pribadi untuk membantu korban bencana untuk menampung dana bantuan dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya