Jumat 26 Februari 2021, 13:14 WIB

Ganjar Ingatkan Kepala Daerah masih Punya PR Banjir

Akhmad Safuan | Nusantara
Ganjar Ingatkan Kepala Daerah masih Punya PR Banjir

MI/Lilik Darmawan
Suasana pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga secara daring, Jumat (26/2/2021).

 

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik 17 kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2020 secara daring dan luring, Jumat (26/2). Ganjar mengingatkan ada pekerjaan rumah bencana banjir bagi kepala daerah yang baru dilantik menanti.

Tiga pasangan kepala daerah Semarang Raya dilantik secara langsung (luring) yakni Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha-Basar, Kabupaten Kendal Dico M Ganinduto-Windu Suko Basuki dan Kota Semarang Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Daerah lainnya pelantikan secara daring seperti Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono, Kebumen Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih, Wonosobo Afif Nurhidayat-Muhammad Albar, Boyolali Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan, Klaten Sri Mulyani-Yoga Hardaya, Sukoharjo Etik Suryani-Agus Santosa, Wonogiri Joko Sutopo-Setyo Sukarno, Blora Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati, Pemalang Mukti Agung Wibowo-Mansur Hidayat. Kemudian Rembang Abdul Hafidz - Mochamad Hanies Cholil Barro, Purworejo Agus Bastian - Yuli Hastuti, Kota Magelang Muchamad Nur Aziz-M Mansyur, Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid-Salahudin

Di tengah-tengah acara pelantikan kepala daerah tersebut, bencana banjir masih merendam beberapa daerah di pantura Jateng seperti Kabupaten/Kota Pekalongan, Kota Semarang, Demak, Kudus dan Pati. Serta ribuan warga juga masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka masih terendam banjir di atas 50 centimeter.

Pelantikan kepala daerah Kota Pekalongan dilaksanakan di ruang Amarta Setda Kota Pekalongan melalui daring berjalan lancar meski hujan mengguyur daerah itu. Achmad Afzan Arslan Djunaid dan pasangannya Salahudin baru datang ke gedung pelantikan setelah hujan sedikit mereda.

Bersamaan pelantikan itu banjir masih merendam Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Timyr dan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dengan ketinggian air 20-150 centineter dan 1.562 jiwa masih bertahan di pengungsian. 

"Banjir agak kenyusut, jumlah pengungsi berkurang dari sebelumnya ada 2.949 orang" kata Kepala BPBD Kota Pekalongan Suminta.

Hal serupa juga terjadi di Kota Semarang, pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu, ada sejumlah kecamatan di Semarang seperti Semarang Timur, Genuk, Gayamsari dan Semarang Utara juga masih terendam banjir dengan ketinggian 20-100 centimeter. Bahkan jalur pantura Semarang-Demak masih lumpuh karena terendam banjir dengan
ketingguan 40-70 centimeter.

baca juga: Gibran-Teguh Bekerja Tak Kenal Hari Libur 

Daerah lain yang masih terendam banjir seperti Kabupaten Pekalongan dan Demak. Gubernur Jawa Tengah mengatakan bencana banjir di pantura seperti Pekalongan, Semarang dan Demak sudah memasuki level berbahaya. Sehingga hal ini memerlukan penanganan cepat dan khusus meskipun tidak mengenyampingkan daerah lain maka diusilkan pengajuan anggaran capai Rp3,19 triliun.

"Ini merupakan PR bagi kepala daerah  yang baru dilantik untuk dapat menyelesaikan dan menangani banjir di daerahnya," kata Ganjar. (OL-3)


 

Baca Juga

MI/Heri Susetyo

Ribuan KTP Pelanggar Prokes Menumpuk di Kejari Sidoarjo

👤Heri Susetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 07:57 WIB
Sebanyak 4.900 KTP warga yang terjaring razia protokol kesehatan (prokes) menumpuk di kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo karena tidak...
MI/Dok penjabat bupati Sabu Raijua

Terseret Badai Hingga Samudera Hindia, Dua Nelayan Selamat

👤Palce Amalo 🕔Selasa 13 April 2021, 07:45 WIB
Dua nelayan Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) terseret badai hingga Samudera Hindia, selamat atas bantuan sebuah pesawat...
MI/Gabriel Langga

Polemik Rekening Bupati Flotim untuk Donasi Bencana Adonara

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 13 April 2021, 07:28 WIB
Bupati Flotim Anton Hadjon beralasan membuka renenging atas nama pribadi untuk membantu korban bencana untuk menampung dana bantuan dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya