Selasa 23 Februari 2021, 09:47 WIB

Membendung Banjir Bandang Dengan Bendungan

Denny Susanto | Nusantara
Membendung Banjir Bandang Dengan Bendungan

MI/Denny Susanto
Puncak Merona, sebuah bukit yang kerap dijadikan tempat istirahat warga pedalaman Meratus Kalimantan Selatan

 

LAJU roda dua modifikasi (semi trail) khas masyarakat pegunungan terhenti di sebuah puncak bukit yang cukup tinggi. Puncak Merona namanya, sebuah bukit yang kerap dijadikan tempat istirahat warga pedalaman Meratus ketika bepergian ke kota kecamatan Hantakan.

Dari puncak Merona ini kita dapat melihat panorama menakjubkan puncak-puncak pegunungan dan deretan perbukitan di kawasan Pegunungan Meratus. Tak kalah indahnya lembah dan ngarai yang dibelah sungai berkelok-kelok. Di beberapa titik terlihat ladang padi gunung dan kebun pisang milik warga.

Namun ada pula beberapa titik longsor sisa bencana beberapa waktu lalu. Bentang alam ini disebut-sebut akan menjadi lokasi pembangunan bendungan guna mengantisipasi ancaman bencana banjir bandang oleh pemerintah. Bendungan yang akan dibangun disebut Pancur Hanau.

"Bendungan Pancur Hanau yang direncanakan akan dibangun pemerintah berada di empat desa yaitu Desa Alat, Datar Ajab, Hinas Kanan dan Murung B. Namun sejauh ini belum ada penjelasan resmi atau sosialisasi dari instansi terkait tentang pembangunan bendungan ini," ungkap Aswandi, Kepala Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

Sejatinya bendungan Pancur Hanau sudah diusulkan sejak 2015 lalu oleh Pemkab Hulu Sungai Tengah, setelah pada 2013 terjadi banjir bandang di wilayah tersebut. Bendungan ini juga diharapkan mampu mengairi areal persawahan hingga 15 ribu hektar. Studi kelayakan pun sudah dilakukan. 

Sebelumnya Pemprov Kalsel melalui Penjabat Gubernur, Safrizal telah mengusulkan pembangunan sejumlah bendungan guna mengatasi ancaman bencana banjir kepada Presiden Joko Widodo. Salah satunya bendungan Pancur Hanau yang menjadi perhatian serius.

Pencegah Banjir dan Manfaat Ekonomi 

Di samping bendungan Pancur Hanau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, beberapa proyek infrastruktur yang perlu mendapat dukungan pemerintah pusat terkait penanganan bencana banjir di Kalsel adalah Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar dan Bendungan Kusan di Tanah Bumbu. Serta pembangunan irigasi rawa dan normalisasi sungai Martapura, termasuk rehabilitasi DAS Barito.

Presiden RI Joko Widodo pun saat meresmikan beroperasinya Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, beberapa waktu lalu menegaskan keberadaan bendungan dapat mengendalikan banjir dan memperkuat ketahanan pangan juga manfaat ekonomi lainnya seperti energi listrik, perikanan hingga wisata.

baca juga: Jalur Lingkar Barat Purwakarta Terputus

Saat ini ada banyak bendung dan bendungan yang dibangun di kawasan Pegunungan Meratus seperti bendung Batang Alai di Desa Labuhan, Hulu Sungai Tengah, bendung Kinarum Tabalong, bendung Pitap Balangan dan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya Tapin. Namun banyak pihak menilai pembangunan bendungan tidak menyelesaikan masalah mendasar pemicu bencana yaitu ancaman kerusakan hutan Pegunungan Meratus akibat penebangan liar. (OL-3)


 

Baca Juga

Dok MI

PUPR Rampungkan 45,47 KM Jalan di DSP Manado - Bitung Likupang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 08:25 WIB
Jalan Girian (Bitung) - Likupang terdiri dari preservasi jalan sepanjang 43,67 km dan jembatan 152,2...
Antara/Mushaful Imam.

Berbaju Tahanan dan Diborgol, Wabup Ogan Komering Ilir Dilantik

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 06:15 WIB
Pengawalan KPK terhadap Johan hanya sebatas dari rutan sampai pintu gerbang Griya...
MI/Benny Bastiandy.

Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Rawit Domba di Cianjur Melambung

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 06:00 WIB
Saat ini intensitas hujan mulai berkurang dan petani sudah menyebar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya