Senin 22 Februari 2021, 22:15 WIB

Harga Cabai di Gresik Melambung Sentuh Rp100 ribu/Kg

Ahmad Yakub | Nusantara
Harga Cabai di Gresik Melambung Sentuh Rp100 ribu/Kg

MI/John Lewar
Harga cabai rawit di Kabupaten Gresik, Jawa Timur sentuh Rp100 ribu/kg, Senin (22/2)

 

HARGA cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Gresik, Jawa Timur melambung harganya hingga mencapai Rp100 ribu  per kilogram (kg) dalam sepekan terakhir.

Kenaikan harga cabai ini disebabkan karena banyaknya tanaman petani setempat yang gagal panen akibat cuaca buruk. Kondisi tersebut membuat konsumen resah.
"Ini sungguh meresahkan," kata Lailil, 34, pemilik warung makan di Kecamatan Dukun, Senin (22/2) siang.

Menurut dia, kenaikkan harga cabai rawit yang terjadi dalam sepekan terakhir ini mencapai 30 persen. Sebab, beberapa hari sebelumnya harga cabai rawit masih pada kisaran Rp70 ribu per kg. " Sekarang harganya mencapai Rp100 ribu per kg," terangnya.

Harga cabai saat ini, kata dia, lebih mahal dibanding saat menjelang Hari Raya tahun lalu.Dengan kenaikan tersebut membuat warga binggung. Sebab, tidak ada perayaan apapun tiba-tiba harga cabai melambubg tinggi.

Senada  disampaikan Munjiah, pedagang sayur di Kecamatan Panceng. Menurut dia, kenaikkan harga cabai rawit yang mencapai Rp100 ribu per kg terjadi dalam seoekan terakhir. " Sebelumnya harga cabai kisaran Rp75 ribu-80 ribu/kg,"  jelasnya.

Ia mengakui, dengan mahalnya harga cabai yang naik hingga 100 persen tersebut membuat konsumen terpaksa mengurangi porsi belanja bumbu dapur, terutama cabai segar. Konsumen juga mengaku terkejut dengan lonjakan cabai yang sangat tinggi ini.

Ia menambahkan, harga cabai rawit dalam sepekan ini mengalami kenaikan hingga 30 persen, ini naiknya berlangsung setiap hari. "Rata-rata sehari naik antara Rp7 ribu -10 ribu per kg. Ini lebih tinggi dibanding pada Lebaran lalu," jelasnya.

Sebab, lanjut dia, pada Lebaran bulan lalu harga cabai mengalami kenaikan yang tidak seberapa. Yakni, hanya sampai pada kisaran hargga Rp65 ribu per kg. Dia juga menjelaskan, mahalnya harga cabai rawit itu dipicu akibat banyaknya tanaman petani yabg gagal panen akibat cuaca  buruk.

Antara lain, karena serangan lalat buah dan tanaman mati akibat terendam banjir. "Rata- rata cabai yang dikirim kesini dari kawasan Lamongan. Infonya banyak yang mati cabainya," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga

Antara/Mushaful Imam.

Berbaju Tahanan dan Diborgol, Wabup Ogan Komering Ilir Dilantik

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 06:15 WIB
Pengawalan KPK terhadap Johan hanya sebatas dari rutan sampai pintu gerbang Griya...
MI/Benny Bastiandy.

Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Rawit Domba di Cianjur Melambung

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 06:00 WIB
Saat ini intensitas hujan mulai berkurang dan petani sudah menyebar...
Antara/Jefri Aries.

Bengkulu Ingin Ekspor Kumbang Tanduk yang Digemari Remaja Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 05:45 WIB
Berdasarkan data survei karantina peternakan, populasi kumbang tanduk yang dianggap hama tersebut memang banyak ditemukan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya