Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PEMERINTAH Kota Sorong sudah melakukan vaksinasi terhadap 1.310 tenaga kesehatan (nakes). Dari jumlah tersebut, sebanyak 510 nakes sudah menjalani vaksinasi tahap kedua.
"Sebanyak 1.310 tenaga kesehatan yang ada di Kota Sorong, sudah di vaksin covid-19. Dari jumlah tersebut, 510 nakes telah menjalani vaksin tahap kedua," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong Ruddy Rudolf Lakku melalui keterangan resmi, Sabtu (20/2).
Baca juga: Seluruh Kepala Sekolah di Kota Sorong Setuju Sekolah Tatap Muka
Menurut Ruddy, pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap II bagi tenaga kesehatan akan berlangsung sampai tanggal 21 Februari 2021.
"Vaksinasi covid-19 untuk tenaga kesehatan akan berakhir tanggal 21 Februari 2021. Setelah itu atau pada bulan Maret akan dilaksanakan vaksinasi kepada masyarakat yang melakukan pelayanan publik, termasuk anggota TNI dan Polri," tutur Ruddy.(OL-5)
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Perusahaan ini fokus menggunakan teknologi vaksin berdasarkan mRNA pada Desember 2020, vaksin COVID-19 produksi mendapatkan izin penggunaan darurat di amerika serikat.
MEDIAINDONESIA.COM 20 Mei 2025 menurunkan berita berjudul ‘Covid-19 Merebak di Singapura dan Hong Kong, Masyarakat Diminta Waspada’.
BKD Sulsel redistribusi 800 tenaga kesehatan ke 7 rumah sakit daerah untuk optimalkan SDM dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Sulawesi Selatan.
IDAI menyambut baik kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menetapkan tunjangan sebesar Rp30 juta per bulan
Diungkap oleh laporan Future Health Index (FHI) 2025 dari Philips, manfaat maksimal hanya bisa dicapai bila ada kepercayaan, transparansi, dan desain yang inklusif.
AIPKI bersama para pimpinan fakultas kedokteran dari seluruh Indonesia sepakat mendukung penuh harapan Presiden untuk menambah tenaga dokter dan tenaga Kesehatan.
KETUA Umum PP PAPDI Eka Ginanjar menilai meski pemerintah memberi karpet merah pada rumah sakit asing atau klinik asing untuk beroperasi di Indonesia, tapi SDM lokal harus dilibatkan.
Rendahnya literasi kesehatan di masyarakat juga menjadi faktor penyebab. Banyak warga tidak memahami siapa saja yang memiliki kewenangan legal untuk memberikan layanan medis.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved