Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir merendam Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sudah hampir 15 hari masih bertahan tinggi. Pengungsi masih mencapai 4.500 orang. Anak bawah lima tahun (balita) dan manula mulai terserang penyakit.
Pantauan Media Indonesia, Jumat (19/2), hingga saat ini banjir setinggi 20-150 sentimeter masih merendam Kota dan Kabupaten Pekalongan. Warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka masih terendam dengan ketinggian air 50-70 sentimeter dan belum dapat ditempati.
Banjir merendam dua daerah itu terjadi cukup merata. Berdasarkan catatan setidaknya ada 20.000 warga terdampak tersebar di tiga kecamatan di Kota Pekalongan yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur. Begitu pun Kabupaten Pekalongan seperti Kecamatan Tirto, Wiradesa, Wonokerto.
Para pengungsi mencapai ribuan jiwa tersebut ditampung di berbagai tempat, mulai gedung sekolah, perkantoran, gedung olahraga, masjid, gereja, dan balai desa. Kondisi mereka juga cukup berdesakan dan memprihatinkan, terutama balita dan manula karena mulai terserang penyakit dan kedinginan kekurangan selimut.
Bantuan makanan dan obat-obatan disuplai kepada ribuan warga, baik di pengungsian maupun rumah masing-masing. Setiap hari disistribusikan dengan perahu karet atau kendaraan berasal dari dapur umum, pihak warga, instansi, lembaga pemerintah/swasta, serta organisasi sosial.
"Saya minta pengungsian diatur sesuai prokes dengan diberi jarak dan sekat, karena ini cukup berbahaya untuk kesehatan di tengah pandemi covid-19," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pengungsi di Pekalongan.
Ganjar Pranowo yang mendatangi pengungsi dengan menggunakan perahu karet tersebut mengatakan banjir melanda Pekalongan cukup berat karena air datang dari atas (hulu sungai) dan bawah (laut). Satu-satunya upaya untuk menanggulangi banjir yakni dengan tanggul laut.
Selain pembangunan tanggul, lanjut Ganjar, mengingat banjir juga disebabkan perubahan alam, perlu dilakukan petubahan sistem penanganan lain seperti penyedotan dengan pompa. Kepada korban banjir diharapkan dapat menghubungi posko atau RT/RW serta kelurahan/desa setempat jika membutuhkan bantuan. "Pemerintah nenyiapkan semua bantuan yang dibutuhkan. Saya akan
kirim jika masih kurang," tandasnya. (OL-14)
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved