Minggu 14 Februari 2021, 19:37 WIB

Walhi Desak Perlindungan Menyeluruh Pegunungan Meratus

Denny Susanto | Nusantara
Walhi Desak Perlindungan Menyeluruh Pegunungan Meratus

MI/Denny Susanto
Pegunungan Maratus

 

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak bencana banjir besar dan tanah longsor yang melanda 11 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan dapat menjadi momentum perlindungan menyeluruh kawasan Pegunungan Meratus dari eksploitasi yang menimbulkan kerusakan lingkungan di wilayah esensial tersebut.

Hal ini ditegaskan Direktur Walhi Nasional, Nurhidayati, dalam keterangan pers tentang putusan penolakan Mahkamah Agung atas peninjauan kembali (PK) yang diajukan PT MCM, Minggu (14/2).

 "Ini merupakan kabar gembira bagi semua pihak yang selama ini berjuang untuk menyelamatkan Meratus yang merupakan kawasan ekosistem vital bagi Kalsel. Ini bisa menjadi langkah awal untuk perlindungan menyeluruh kawasan esensial pegunungan Meratus," tegasnya.

Seperti diketahui Walhi Kalsel sejak 2018 telah mengajukan gugatan terhadap SK mentri ESDM no 441.K/30/DJB/2017 tentang izin operasi produksi tambang batubara PT MCM yang ada di tiga kabupaten yaitu Balangan, Tabalong dan Hulu Sungai Tengah. Luas konsesi perusahaan PKP2B ini mencapai 5.908 hektar. Di Hulu Sungai Tengah konsesi perusahaan ini masuk kawasan pegunungan karst.

Hal serupa juga dikemukakan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Berry Nahdian Furqan yang mengatakan pihaknya akan merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk mencabut semua perizinan tambang, perkebunan kelapa sawit yang ada di seluruh wilayah Pegunungan Meratus.

Baca juga : Baku tembak dengan KKB di Puncak, Papua, Satu Prajurit TNI Terluka

"Meratus saat ini merupakan kawasan rawan bencana akibat akumulasi eksploitasi sumber daya alam termasuk ilegal logging. Karena itu bencana ekologis yang terjadi berupa banjir bandang di Pegunungan Meratus hendaknya semakin menumbuhkan komitmen kita semua untuk melestarikan dan memulihkan kondisi kerusakan lingkungan," ujarnya.

 "Tidak hanya MCM, Pemda HST juga menolak adanya izin tambang lain seperti PT AGM maupun perizinan kelapa sawit. Selain itu praktik illegal logging juga menjadi ancaman serius terhadap Meratus," tutur Yajid Fahmi, Anggota Komisi II DPRD Hulu Sungai Tengah.

 "Pegunungan Meratus adalah atap Kalsel yang harus diselamatkan. Saat ini masyarakat menghendaki agar perusahaan segera hengkang dengan adanya putusan MA ini," tegas Kisworo Dwi Cahyono, Direktur Eksekutif WalhiKalsel. Pegunungan Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah satu-satunya wilayah kabupaten di Kalsel yang tidak ada tambang batubara dan perkebunan sawit.

"Putusan MA ini harus menjadi penyemangat dalam perjuangan untuk menyelamatkan pegunungan meratus dari izin tambang lainnya," ujarnya. Selain PT MCM masih ada izin tambang lain di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yaitu PT Antang Gunung Meratus. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Sabu Dua Kilogram Asal Malaysia Dimusnahkan Polres Bintan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 06 Agustus 2021, 01:00 WIB
Kapolres menjelaskan bahwa penetapan status barang bukti berupa narkotika jenis sabu tersebut seberat 1.878,16 gram atau mendekati dua...
Antaranews.com

Pemda DIY Laporkan Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 1.138

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 23:55 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di wilayah itu pada Kamis ini bertambah 1.138...
MI/ Palce Amalo

PLN Bangun 3 Tower Listrik di NTT yang Diterjang Badai Seroja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 23:34 WIB
PLN menyebut, beroperasinya tiga tower permanen ini membuat kelistrikan di Pulau Timor menjadi lebih...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Olimpiade Jadi Tujuan Utama Pembinaan Atlet

INDONESIA berhasil mendapatkan lima medali di Olimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya