Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TERCATAT Lebih dari 3 ribu jiwa terdampak banjir di Kabupaten Cirebon. Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di beberapa kecamatan di sana.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari BPBD Kabupaten Cirebon, banjir sedikitnya terjadi di 9 kecamatan. Yaitu di Kecamatan Susukan, Plered, Klangenan, Tengahtani, Gunungjati, Panguragan, Waled, dan Gebang. Sedangkan longsor terjadi di Blok Dayeh RT 04 RW 02 Desa Gemulung Lebak, Kecamatan Greged.
Dari kejadian bencana di 9 kecamatan tersebut, sebanyak 3.183 jiwa atau 1.194 KK terdampak. "Banjir dan longsor juga menyebabkan rumah warga terdampak," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, Senin (8/2).
Sebanyak 1.054 rumah warga terendam banjir dan 22 rumah terdampak tanah longsor. Selain rumah warga, fasilitas umum juga terendam banjir. Seperti mushola, sekolah dasar, hingga sawah milik warga.
Dijelaskan Alex, banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Cirebon disebabkan hujan deras yang turun sejak Minggu (7/2). Selain deras, hujan terjadi dalam durasi yang lama, sehingga sejumlah sungai meluap. Seperti Sungai Pekik, Sungai WInong, Sungai Ciberes, Sungai Ciwaringin, Sungai Cikenanga dan Sungai Dauan Kalong. Bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Cirebon terjadi akibat intensitas hujan yang nyaris sepanjang hari pada Minggu (7/2).
Sementara itu banjir di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan yang merendam rumah warga sempat membuat mereka mengungsi. Masuni, warga Blok Karangnunggul, Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, menjelaskan banjir mulai menggenangi rumah warga pada Minggu (7/2) sekitar pukul 18.00 WIB.
Karena air cukup tinggi, sejumlah warga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, salah satunya di masjid desa dan di sebuah sekolah."Semakin malam air justru bertambah tinggi," ungkap Masuni.
Ketinggian air di rumahnya mencapai pinggang orang dewasa. Hingga kini, keluarganya masih bertahan mengungsi di masjid. "Saya sendiri yang pulang untuk melihat rumah dan mengamankan barang-barang," ungkapnya. (OL-13)
Baca Juga: Hujan Lebat, 512 meter kubik Sampah Dibersihkan di 3 Lokasi
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
Tragedi tambang emas ilegal di Sarolangun, Jambi. Longsor menimbun belasan penambang, delapan orang tewas dan empat lainnya selamat.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Tim dinkes juga melakukan pengecekan kondisi dapur, kualitas air, IPAL, hingga kebersihan peralatan masak dan makan.
Kesamaan pandangan dalam menciptakan lingkungan tetap bersih melalui penanganan sampah berkesinambungan harus menjadi perhatian semua pihak
Dari total alokasi sebelumnya sebesar Rp121,6 miliar, Kabupaten Cirebon hanya akan menerima Rp72,2 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved