Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA penyelundupan narkoba ke Lapas Kelas II B Cianjur, Jawa Barat, belum lama ini diduga masih jaringan dari Lapas Cipinang. Pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap aktor intelektual di balik peredarannya.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Komisaris Besar Rudy Ahmad Sudrajat, menjelaskan kurun sebulan terakhir, di wilayah hukum Polres Cianjur terungkap 3 kasus peredaran sabu di lingkungan Lapas. Para tersangkanya masih dalam satu jaringan.
"Mereka (tersangka) terkait dengan jaringan Jakarta ke Cianjur," kata Rudy kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Markas Polres Cianjur, Jumat (5/2).
Dari pengungkapan 3 kasus tersebut, kata Rudy, polisi mengamankan 9 orang tersangka. Pengungkapan pertama pada 30 Desember 2020 dengan tersangka sebanyak 4 orang yakni C, MY, TS, dan AP.
"Keempat tersangka ini merupakan jaringan yang mengedarkan sabu-sabu di Cianjur," tutur Rudy.
Hasil pengembangan dari keempat tersangka itu, polisi kembali mengungkap kasus baru pada 14 Januari 2021 dengan menangkap dua orang tersangka DM dan RK. Selanjutnya pengungkapan kasus ketiga pada 22 Januari 2021 dengan tersangka 3 orang berinisial DS, FO, dan WH.
"Jadi, jaringan ini mendapatkan kiriman barang sabu diduga dari napi yang ditahan di sana (Lapas Cipinang) dibawa oleh tersangka MY. Jadi MY ini sebagai kurir. Tersangka tiga kali membawa barangnya yang diselundupkan ke Lapas Kelas II B Cianjur," ungkapnya.
Rudy membeberkan keberhasilan mengungkap peredaran sabu-sabu tak terlepas koordinasi intensif pihak Lapas Kelas II B dengan Satnarkoba Polres Cianjur yang mengendus indikasi keterlibatan oknum sipir berinisal C. Sehingga bisa memutus mata rantai peredaran narkoba antarlapas.
"Barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari tiga kali pengungkapan kasus dengan 9 tersangka sebanyak lebih kurang 124 gram," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Habib Aboebakar Apresiasi Suport Polda Kalsel Tangani Banjir
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa paparan dan usulan yang disampaikan oleh Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menjadi catatan dan atensi bagi kementerian.
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
Meskipun diterjang bencana alam, Lapas Sibolga memastikan seluruh proses pengamanan berjalan baik.
PRODUKSI berbagai macam produk berbasis serabut kelapa di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jawa Barat menunjukkan capaian signifikan.
Banjir setinggi kurang lebih 50 cm masih menggenangi lingkungan lapas dan rutan di Sumatra Utara.
Saat ini terdapat sekitar 250.000 hingga 280.000 warga binaan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen telah terlibat dalam berbagai program kerja produktif di lapas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved