Kamis 21 Januari 2021, 22:34 WIB

Balita dan Anak di Tenda Pengungsian Stadion Manakarra Mulai Sakit

mediaindonesia.com | Nusantara
Balita dan Anak di Tenda Pengungsian Stadion Manakarra Mulai Sakit

ANTARA/Fauzi Lamboka
Balita dan anak-anak berada di tenda pengungsian di luar halaman Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (21/1)

 

PULUHAN balita dan anak-anak di tenda pengungsian di luar Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, mulai terserang penyakit pascagempa di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, 15 Januari 2021.

Pantauan Antara di Mamuju, Kamis (21/1), puluhan tenda pengungsian berdiri tidak teratur melingkari luar halaman stadion. Para pengungsi, khususnya balita dan anak-anak, tinggal dengan sanitasi buruk dan sampah berserakan dimana-mana.

Sejumlah orang tua mengaku anak mereka mengalami demam, flu dan batuk. Bahkan beberapa balita mengalami diare. 
"Flu, demam sampai mencret. Makan sembarangan," kata Rusma, warga Jalan Tuna, Kelurahan Binanga.

Rusma juga menceritakan bagaimana mereka tiba di pengungsian setelah gempa. Saat itu yang ada di benaknya hanya keselamatan anak-anaknya.

“Kami lari dari rumah, tidak pakai sendal. Yang kami pikirkan itu yang penting anak-anak selamat,” kata Rusma.

Keluhan serupa diungkapkan Fitri, Fadliyanti, Masitah dan sejumlah ibu-ibu lainnya. Sejak sepekan di tenda pengungsian, kondisi kesehatan anak-anak mereka sangat mengkhawatirkan. Rata-rata mengalami demam dan flu.

Mereka membutuhkan obat-obatan, selimut, minyak telon, pakaian anak-anak, susu formula dan makanan bayi.

"Anak-anak kedinginan kalau malam. Sarung yang dipakai mandi itu juga dipakai tidur," tutur Fitri, sambil menenangkan bayinya yang rewel karena demam.

Demikian halnya Hamsinah. Warga Jalan Tuna itu mengaku anaknya mulai sakit setelah berada di pengungsian. Hamsinah juga menceritakan kondisi rumahnya yang rusak akibat guncangan gempa, Jumat (15/1) subuh lalu.

"Masih bisa ditempati, tetapi kami takut untuk kembali. Waktu gempa, tabung gas dan kompor terlempar dan masuk ke laut,” katanya.

Mereka berharap agar bantuan untuk kebutuhan mendesak anak-anak mereka, seperti obat obatan, selimut, pakaian, minyak telon dan susu segera datang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status penanganan bencana gempabumi dengan magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat sebagai tanggap darurat.

Penetapan status tanggap darurat itu dilakukan Gubernur Sulawesi Barat HM Ali Baal Masdar melalui surat nomor 001/Darurat-SB/I/2021, sejak 15 Januari 2021 sampai 28 Januari 2021. (Ant/OL-09)

Baca Juga

MI/Bagus Suryo

Polres Malang Kembangkan Inovasi Arema Police Sobo Kelurahan

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 26 Februari 2021, 11:33 WIB
Arema Police Sobo Kelurahan hasil inovasi Polres Malang tentang inovasi pelayanan itu unggulan terpadu meliputi SIM keliling, Samsat...
MI/Apul Iskandar

Pemimpin Gereja Sumut Apresiasi Kasus Pemusalaran Dihentikan

👤Apul Iskandar 🕔Jumat 26 Februari 2021, 11:26 WIB
Pemimpin gereja-gereja Sumut mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Sumatra Utara menghentikan kasus...
 ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Kalsel Prioritaskan Penanganan Stunting

👤Denny Susanto 🕔Jumat 26 Februari 2021, 10:09 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan penanganan stunting dan gizi buruk sebagai salah satu prioritas pembangunan bidang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya