Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI 11 pejabat publik di lingkungan Pemkot Ternate, Maluku Utara hanya satu yang lolos untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. Sedangkan lainnya gagal karena memiliki penyakit penyerta berdasarkan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Silo, Kecamatan Ternater Utara, Maluku Utara, Jumat (15/1).
Sepuluh pejabat publik tersebut terdiri dari Wakil Wali Kota Abdullah Tahir, Kapolres AKBP Aditya Laksimada, Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Moch R. Iskandarmanto, Kepala Kejari Pendy Sijabat, Ketua Pengadilan Negeri Toni Irfan, Kepala BPBD M. Arif Gani, Kepala Dinas Kesehatan Nurbaity Radjabessy, Komandan Lanal Ternate Letkol Laut Komaruddin, Kepala Pengadilan Agama Djabir Sasole, dan satu tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate Nurbaity Radjabessy membenarkan dari 11 relawan yang ikut vaksinasi hanya 1 orang relawan yang lolos vaksinasi, yakni Ketua PPNI Kota Ternate, Chandra Makassar.
"Sepuluh relawan tidak lolos karena pas diskrining tekanan darah semuanya naik. Ada yang sampai 170. Sudah diistirahatkan dua kali tapi tekanan darahnya tidak turun, sehingga ditunda. Nanti mereka vaksinnya di kesempatan lain," ucap Nurbaity.
baca juga:Vaksinasi Covid-19 di Riau Beri Keyakinan Vaksin Sinovac Aman
Untuk pelaksanaan vaksinasi memang tidak bisa serta merta. Harus didahului dengan pemeriksaan kesehatan seperti cek darah dan skrining lainnya,
"Jika ada riwayat penyakit atau tekanan darah naik atau turun itu belum bisa dilakukan vaksinasi, harus menunggu hingga pulih baru divaksin," terangnya
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Nurbaity Marajabesi memiliki peyakit peyerta sehingga tidak bisa divaksin. Namun ia berjanji jika sudah pulih bersedia divaksin. (OL-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
ASDP Ferry Indonesia Cabang Ternate mencatat pada Kamis (26/3) atau H+4 Lebaran arus balik melalui Pelabuhan Feri Bastiong sebanyak 18.702 orang pemudik.
KM Nggapulu yang mengangkut 2.483 pemudik tersebut tiba di Pelabuhan Ahmad Yani dan penumpang terbanyak berasal dari Ambon yaitu 1.800 pemudik,.
Obor yang diberi lampu botol dan bambu itu mulai ramai diproduksi untuk menyambut tradisi malam Lailatul Qadar
Persija Jakarta menang tipis 3-2 atas Malut United di Stadion Gelora Kie Raha (24/2). Cek skor, pencetak gol, dan posisi klasemen terbaru di sini!
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Bantuan berupa 2.000 tas sekolah dan 500 topi bagi anak-anak di Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved