Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANDANGAN tak sedap terlihat di lokasi pariwisata super premium dengan penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Biasanya, dipenghujung tahun kota wisata berhias untuk menarik wisatawan. Ini justru dihiasai sampah berserakan di ruas jalan trotoar di sana dan mengundang bau tak sedap.
Pemerintah pusat sudah menata panorama di sepanjang ruas trotoar Labuanbajo dengan apik. Tujuannya untuk menyambut kunjungan wisata dunia maupun domestik. Sayang, pemerintah setempat tidak serius dan sampah menggunung hampir satu pekan ini dibiarkan terlantar tanpa ada pihak yang bertangung jawab.
Misionaris asal Spanyol Sr.Adelin Carolina SSPs kepada mediaindonesia.com menyayangkan sikap dan prilaku warga Kota Labuanbajo dan juga pemerintah setempat. Sebab belum berubah dalam menerima perubahan kota baik pebangunan penataan kota maupun persaingan di dunia usaha.
Adelin biarawan yang bertugas di Spanyol itu, menyebut masyarakat Manggarai Barat dan Flores, serta NTT pada umumnya harus menyadari dan mengikuti perkembangan kemajuan dari berbagai aspek. Harus mampu mengubah prilaku yang berdampak merusak citra pariwisata NTT di mata dunia.
"Menyandang predikat pariwisata super premium menunjukan bahwa Labuanbajo sudah saatnya mengikuti perubahan. Intinya Labuanbajo telah mewakili kepentingan negara untuk dunia, dalam menyambut banyaknya kunjungan wisatawan dunia dari berbagai penjuru," ungkap Adelin, Selasa (29/12).
Premium berkelas ini, hendaknya masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Trotoar tidak di jadikan tempat parkir kendaraan. "Masih banyak masyarakat belum sadar akan hal ini. Pemkot juga jangan biarkan menumpuk dipinggir jalan yang menimbulkan bau atau polusi berdampak penyakit," katanya.
Biarwati katolik itu menambahkan keutamaan suatu daerah itu kerap diminati wisatawan adalah kebersihan, keramahan,keindahan dan kenyamanan. Jika hal ini tidak di perhatikan icon pariwisata komodo bisa menimbulkan penilaian daya dukung untuk pariwisata.
Sementara itu, wisatawan Belgia Markus Moris Edrij meminta otoritas kebersihan lingkungan memastikan sampah itu harus di evakusi pada titik pengolahan sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap.
Menurut dia, ketertarikan suatu daerah dilihat dari kebersihan. Kota yang bersih mengairahkan orang untuk berkunjung menikmati keindahan alamnya. Jaka banyak sampah itu menjadi momok yang menakutkan.
"Saya melihat di sepanjang ruas jalan masih ada tumpukan sampah. Padahal jalan kota ini telah ditata rapih dengan trotoar super mewah. Kalau tidak berubah saya kapok datang ke Labuanbajo," ujarnya.(OL-13)
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved