Selasa 29 Desember 2020, 09:51 WIB

Mangrove Kalsel Diusulkan Masuk Prioritas BRGM

Denny Susanto | Nusantara
Mangrove Kalsel Diusulkan Masuk Prioritas BRGM

ANTARA
Hutan mangrove di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

 

TIM Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan akan mengusulkan kawasan mangrove di wilayah tersebut masuk dalam prioritas restorasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). TRGD libatkan NGO dan mahasiswa pecinta alam (Mapala) untuk menginventarisir kondisi mangrove di Kalsel.  Hal ini dikemukakan, Sekretaris TRGD Kalsel, Mukarram Sayuti Enggok, Selasa (29/12). 

"Kita akan mengusulkan agar mangrove di Kalsel masuk dalam prioritas restorasi BRGM, karena kondisi sebagian kawasan mangrove mengalami kerusakan," tuturnya.

Saat ini TRGD Kalsel mulai melakukan pendataan lapangan kondisi mangrove dengan melibatkan NGO dan Mapala. Hasil pemetaan dan inventarisir kondisi mangrove ini nantinya akan menjadi bahan usulan restorasi mangrove kepada BRGM. 

"Usulan restorasi mangrove nantinya bersifat riil didukung data faktual di lapangan, mengapa mangrove Kalsel perlu masuk program restorasi pemerintah," ujarnya.

Seperti diketahui Kalsel tidak masuk dalam prioritas restorasi mangrove BRGM. Ada enam provinsi yang menjadi prioritas restorasi mangrove yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Barat, dengan luas target restorasi mencapai 600 ribu hektar.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengatakan sama halnya dengan kondisi hutan, kawasan mangrove di pesisir Kalsel juga sebagian mengalami kerusakan cukup parah. 

"Kami mencatat kerusakan mangrove di Kalsel terus bertambah. Beberapa faktor penyebabnya antara lain penebangan liar, pembukaan lahan untuk kegiatan perikanan juga pelabuhan khusus (pelsus) batubara," tegas Kisworo.

baca juga: Hebatnya Mangrove, Mampu Redam Setengah Energi Gelombang Tsunami

Mangrove di Kalsel tersebar di sejumlah daerah pesisir yaitu Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra mengatakan luas mangrove di Kalsel mencapai 82 ribu hektar lebih.

Guna memulihkan kondisi kerusakan mangrove ini pemerintah telah menerapkan program Padat Karya Penanaman Mangrove yang tersebar di 8 lokasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). 

Program dengan metode pemberdayaan masyarakat sekitar ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar ekosistem mangrove. (OL-3)


 

Baca Juga

Dok. Ini Viie Hospitality

Aksari Villa Tawarkan Liburan Romantis di Seminyak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:55 WIB
Mengusung Perfect Romantic Stay dengan tawaran villa satu kamar yang sudah dilengkapi kolam renag privat dan...
Dok. Pribadi

Pansus DPRD Dogiyai Bawa Aspirasi Rakyat Papua ke Jakarta, Salah Satunya Menolak Pemekaran Provinsi

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:30 WIB
"Selama ini banyak aksi demo di masyarakat tentu kami tampung dan muaranya pada tiga hal pokok itu. Masyarakat tolak kebijakan Otsus...
MI/DEPI GUNAWAN

Partai Gelora Libatkan Deddy Mizwar Kampanye di Jawa Barat

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 24 Mei 2022, 22:50 WIB
Setelah verrikasi parpol faktual selesai, Partai Gelora khususnya di Jawa Barat akan langsung turun ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya