Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPASITAS produksi pabrik pengolahan bambu di Desa Aewoe, Kecamatan Maupongo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur mencapai 6.000 ton per tahun. Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari, Arief Rabik mengatakan pabrik mulai beroperasi sejak 2012, menghasilkan produk setengah jadi sebelum dikirim ke Bali untuk menghasilkan berbagai produk dari bambu seperti furnitur dan interior lantai.
"Pabrik ini bekerja mengupas kulit luar dan kulit dalam bambu, lalu diawetkan dan dikeringkan menjadi produk setengah jadi," kata Arief Rabik kepada mediaindonesia.com di Nagekeo, Rabu (16/12).
Pabrik tersebut dikunjungi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong bersama sejumlah pejabat Kementerian LHK, anggota komisi IV DPR Julie Sutrisno Laiskodat, dan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Timbul Batubara, Selasa (15/12) petang, termasuk mengunjungi Kebun Bambu Turetogo di Kabupaten Ngada.
Menurut Arief, kebutuhan bambu untuk pabrik disuplai dari masyarakat di kebun bambu tersebut seharga Rp2 juta per ton.
"Kita hanya menerima bambu yang sudah kering, bukan bambu dalam bentuk gelondongan," ujarnya.
Dia mengatakan, bambu memilki banyak keunggulan antara lain memiliki serat yang panjang, namun rawan terhadap rayap. Karena itu, sebelum diolah, bambu diawetkan mengunakan peralatan milik yayasan yang dibangun dalam area kebun. Setelah bambu dipotong dan dibersihkan, bambu dipindahkan ke dalam oven untuk dipanaskan antara 3-4 hari, atau dipanaskan di bawah sinar matahari selama enam jam.
Setelah itu bambu siap dikirim ke Bali untuk dilaminasi.Sesuai data Dinas Kehutanan NTT, ada delapan jenis bambu yang tersebar 10 kecamatan di Ngada seluas 7.777,91 hektare yaitu bambu cokelat, pering jijau, bambu betung, bambu aur, pering cokelat, aur kuning, bhetokoba dan bela. Sedangkan rumpun bambu berjumlah 1.344.691.
Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan pihaknya sudah selesai membuat master plan salah satu kebun bambu di Wolobobo seluas 91,81 hektare, yang diperuntukan untuk penelitian pengembangan dan pendidikan lingkungan.
"Di lokasi itu juga akan dibangun museum untuk tujuan penelitan dan pengembangan bambu," jelasnya.
baca juga: Komisi IV DPR RI Dukung Pembangunan Sektor Kehutanan di Kalsel
Dengan luas lahan bambu yang mencapai ribuan hektare, Dia optimistis masyarakat bakal sejahtera dari usaha menanam bambu. Namun, dia minta pemerintah pusat juga turut membantu daerah menyelesaikan sejumlah persoalan terkait dengan kawasan hutan, seperti proses perolehan sertifikat tanah milik yang berada dalam kawasan hutan hidung karena tidak dilayani oleh badan pertanahan nasional, padahal tanah tersebut merupakan tanah suku.
"Ada tanah suku yang secara turun-temurun sebelum penetapan hutan lindung dan tidak ada kepastian pengolahan lahan dalam kawasan hutan lingung yang secara ekonomi sudah menghasilkan kopi arabika, kakao, vanili dan komoditas lain," pungkas Arief. (OL-3)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
“Ketiganya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang belum sepenuhnya tersapu banjir,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved