Selasa 24 November 2020, 13:15 WIB

Pasangan Cellica-Aep Tawarkan Program Tata Kelola Lingkungan

Cikwan Suwandi | Nusantara
Pasangan Cellica-Aep Tawarkan Program Tata Kelola Lingkungan

MI/Cikwan Suwandi
Calon Bupati Karawang Aep Syaepuloh tewarkan program peduli lingkungan hidup.

 

PROGRAM pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus pasangan calon bupati dan wakil bupati Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh di Pilkada Karawang. Mewujudkan Karawang dengan tata kelola lingkungan hidup yang berkesinambungan dan terjaga tercantum dalam visi-misi pasangan nomor urut dua tersebut.

Calon wakil bupati Aep Syaepuloh mengatakan ada beberapa hal yang akan menjadi aspek perhatian lingkunga di antaranya adalah pegunungan, hutan, pertambangan, sungai, pertanian dan pengelolaan sampah.

Aep mengatakan, Karawang memiliki Pegunungan Sanggabuana yang merupakan generator alam terpenting untuk sejumlah kabupaten khususnya Karawang. Gunung Sanggabuana merupakan satu-satunya pegunungan di wilayah pantura Jawa Barat.

Untuk melindungi kelestarian Pegunungan Sanggabuana, Aep mengaku akan berusaha untuk menaikan status Pegunungan Sanggabuana menjadi salah satu gunung yang dilindungi dibeberapa titiknya. Aep menginginkan Pegunungan Sanggabuana menjadi suaka margasatwa untuk perlindungan sumber daya air dan keanekaragaman hayati.

"Wisata dan kehidupan ekonomi masyarakat juga tetap ada. Namun beberapa titik wilayah Sanggabuana harus dilindungi, dengan sebagian statusnya dinaikan menjadi suaka margasatwa. Karena kita tahu masih banyak hewan yang dilindungi dan hutan di sana," ucapnya.

Lalu dengan masifnya pembangunan proyek nasional, Aep juga menginginkan sebagian wilayah di kawasan hutan Kuta Tandingan untuk dilindungi dan diajukan menjadi hutan adat.

"Kita tahu pemerintah pusat tengah membangun program strategis nasional. Itu hal yang baik untuk ekonomi kita, tetapi sebagian alam di kawasan Hutan Kuta Tandingan harus tetap terjaga. Dan program

hutan adat selaras dengan program pemerintah pusat dimana perhutanan sosial sebagai hutan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat adat sekitar. Jadi tetap ada hutan. Kemudian di sana ada habitat kelinci jawa yang harus juga kita lindungi. Nanti industri juga harus mendukung pelestariannya," ucapnya.

Lalu untuk wilayah perlindungan Pertanian, Aep ingin mendorong peraturan bupati soal LP2B. Aturan perlindungan lahan pertanian itu ingin dipertegasnya dengan perbup.

"Kemudian saya juga ingin mendorong nantinya Dinas Pertanian untuk bekerjasama dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk memperjelas pemilik lahan yang masuk dalam LP2B," ucapnya.

Untuk Sungai, Aep ingin membentuk sistem tanggungjawab sungai. Bagaimana peran perbaikan sungai juga dibebankan kepada perusahaan dan masyarakat yang ikut mencemari sungai sekitarnya. Kemudian harus ada perbaikan kembali hulu sungai karena perubahan yang dilakukan oleh kawasan industri.

"Paradigma sungai juga harus dirubah, bukan sebagai drainase besar. Melainkan sebagai sumber untuk kehidupan," kata dia.

Sedangkan sampah, ia ingin mengedepankan perbaikan pengolahan sampah dari hulu dan hilir. Bagaimana budaya masyarakat harus dirubah yang ditopang penguatan sistem pengolahan sampah yang dilakukan dinas terkait.

"Misalnya dengan memperbanyak bank-bank sampah yang langsung berada di setiap dusun. Budaya pemilahan dan pengolahan sampah bisa langsung di masyarakat," kata dia.

Kemudian pasangan Cellica-Aep juga mengaku akan melakukan peninjauan dan kajian potensi ekonomi di wilayah Pertambangan di Karawang Selatan. Menurut dia, dalam melakukan pembangunan harus mengedepankan prinsip keadilan sosial. Dimana, membangun daerah bukan hanya karena alasan sumber ekonomi saja melainkan soal keadilan sosial.

"Semua memiliki hak yang sama untuk bisa maju dan berkembang. Kedepan kita akan melakukan pembangunan secara merata agar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok desa," pungkasnya. (CS/OL-09)

Baca Juga

MI/Kristiadi

Kasus Klaster Pesantren di Kabupaten Garut Kembali Bermunculan

👤Kristiadi 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 14:54 WIB
Salah satu penyebab adalah munculnya klaster pondok pesantren dengan jumlah 42 santri dinyatakan...
MI/Alexander P. Taum

Lurah Lewoleba Barat Pimpin Warga Amankan DAS dengan Tanam Palm

👤Alexander P. Taum 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 14:36 WIB
Tanaman berakar serabut tersebut dipandang dapat menahan laju kerusakan sempadan DAS, terutama akibat banjir yang terus...
MI/Alexander P. Taum

Usai Reka Ulang, Penyidik Limpahkan Berkas Kasus Watodiri Ke JPU

👤Alexander P. Taum 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 14:33 WIB
Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten, kepada Media Indonesia, Jumat (22/1/2020), menjelaskan, setelah rekonstruksi, penyidik melengkapi semua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya