Selasa 03 November 2020, 14:23 WIB

Polisi Tangkap Satpam Pengedar Narkoba di Tasikmalaya

Kristiadi | Nusantara
Polisi Tangkap Satpam Pengedar Narkoba di Tasikmalaya

MI/Widjajadi
.

 

SATUAN Narkoba Polresta Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil mengungkap sembilan kasus peredaran narkoba yang berada di wilayahnya selama Oktober 2020. Pengungkapan kasus peredaran tersebut telah menyita 47,7 gram sabu, obat terlarang 16.358 butir, 9 gram ganja, dan 25 gram tembakau sintetis.

Peredaran narkoba yang mereka lakukan selama ini menangkap seorang satpam sebagai perantara dan pengedar obat, sabu, serta ganja berinisial YM, CS, DJ, BS, TK, BM, IH, YS, dan RN. Para pengedar melakukan penjualan barang tersebut melalui online dan Whatsapp dengan sasaran para remaja.

"Kami berhasil menyelamatkan ribuan orang dari narkoba selama Oktober dan menangkap tersangka sembilan orang tapi tiga sebagai residivis dan sisanya pengedar sabu," kata Kapolresta Tasikmalaya, AKB Doni Hermawan, Selasa (3/11).

Doni mengatakan, modus tersangka selama ini mendapatkan kiriman dari sistem online dan menjual kepada para pembelinya dengan sistem tempel. Namun, para pengedar janjian tempat dengan calon pembeli dan mengambil barang haram tersebut di lokasi yang telah disepakati.

Pembayaran dilakukan oleh calon pembeli dengan cara ditransfer sesuai dengan nama perbankan. "Sasaran peredaran narkoba di wilayah Kota Tasikmalaya selama ini ialah generasi muda, terutama pemakai obat terlarang. Harga obat terlarang yang dijual oleh pengedar dinilai murah yakni Rp10.000 dapat tiga butir dan obat tersebut jenis Hexymer, Tramadol, dan Triheks sebagai obat penenang," ujarnya.

Ia mengatakan, obat terlarang yang selama ini beredar bisa memicu adrenalin dan akan menyebabkan aksi kejahatan, kekerasan, hingga lainnya. Banyak kasus obat dan sabu yang beredar selama ini sebagian berasal dari Jakarta tapi semuanya akan dikembangkan dan dipastikan pelaku lain masih banyak.

"Mereka diancam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan ancaman hukuman penjara 7 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Para pelaku sekarang sudah dijebloskan di rumah tahanan Polresta Tasikmalaya," paparnya. (OL-14)

Baca Juga

NTARA/Rivan Awal Lingga

Disiplin tidak Ke Luar Daerah, Warga Baduy Terbebas Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:34 WIB
Masyarakat Baduy lebih mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah penularan virus...
Antara

Pusat Layanan Kesehatan Dukung Pariwisata Labuan Bajo

👤Eni Kartinah 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:34 WIB
Dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo, Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat juga melibatkan bidang kesehatan berupa pelayanan...
Antara

Kemacetan Lalin di Lokasi Longsor Deli Sedang Diatur Polisi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:29 WIB
Petugas kepolisian juga melakukan buka tutup jalur, demi kelancaran lalu lintas di lokasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya