Selasa 27 Oktober 2020, 09:24 WIB

Petani Sikka Belum Terima Kartu Tani

Gabriel Langga | Nusantara
Petani Sikka Belum Terima Kartu Tani

MI/Gabriel Langga
Petani di Kabupaten Sikka, NTT tetap bisa mengambil pupuk bersubsidi meskipun belum memiliki kartu tani.

 

PETANI di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mendapatkan kartu tani meskipun Kementerian Pertanian telah meluncurkan program kartu tani. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka, Mauritz da Cunha melalui Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Ashinta, Fransiskus Muga saat ditemui mediaindonesia.com, Senin (26/10) mengatakan petani di Kabupaten Sikka sampai saat ini belum mendapatkan program kartu petani meskipun para petani sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK.

Ia mencatat ada 23.715 petani di Sikka yang sudah terdaftar di sistem e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). 

"Kalau di Sikka belum dapat program kartu tani. Untuk tahun 2020, katanya hanya beberapa kabupaten di NTT yang ujicoba. Sikka tidak termasuk kabupaten yang ujicoba program kartu tani ini. Jadi petani di Sikka belum mendapatkan program kartu tani. Kita tunggu dari pusat saja," papar Frans ini.

Selain kartu tani, petani di Sikka juga belum mendapatkan asuransi pertanian bagi mereka yang gagal panen. 

"Kartu tani belum berarti asuransi pertanian juga belum. Asuransi pertanian masih tahap sosialisasi. Kalau petani sudah dapat kartu tani dengan sendiri akan dapat asuransi pertanian. Tetapi untuk saat ini, petani di Sikka belum mendapatkan dua program itu yakni kartu tani dan asuransi pertanian," ungkap Frans itu.

Meski demikian, kata Frans petani di Sikka yang belum mendapatkan kartu tani tetap bisa membeli pupuk bersubsidi. Syaratnya, petani harus terdaftar dalam sistem e-RDKK. 

"Biar mereka belum dapat kartu tani untuk sementara mereka tetap bisa beli pupuk bersubsidi. Intinya mereka terdaftar di e-RDKK pasti dilayani oleh distributor untuk pembelian pupuk bersubsidi," kata Frans.

Sementara itu, Distributor PT. Pupuk Kaltim, CV Dirga Jaya Teknik Maumere, Budi Gomel mengakui sampai saat ini tetap melayani pembelian pupuk bersubsidi bagi petani yang ada di Sikka. Mengingat petani di Sikka belum memiliki kartu tani.

"Kita layani saja pembelian pupuk bersubsidi meskipun mereka belum memiliki kartu tani. Intinya, mereka menunjukan RDKK sesuai dengan kebutuhan kelompoknya. Mereka harus bawah e-RDKK yang sudah di validasi di dinas yang kita layani. Jadi kalau tidak ada RDKK kita tidak melayani. Kalau tidak ada e-RDKK, baru kami layani pembelian pupuk, pasti kami dipidanakan. Jadi kami layani petani yang ada e-RDKK," tutur Budi Gomel

baca juga: Kartu Tani untuk Kabupaten Malang Ditunda Lagi

Budi Gomel menilai seandainya petani kita sudah memiliki kartu tani itu memiliki banyak manfaat bagi petani tani terutama dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. 

"Kartu tani ini ada sebenarnya memudahkan petani dan juga kita sebagai distributor pupuk. Jadi mereka datang tinggal tunjuk kartu tani kita langsung layani. Jadi kita sebagai distributor tidak repot lagi harus buka e-RDKK cari nama-nama mereka," pungkas dia. (OL-3)
\

Baca Juga

MI/Dok Humas Pemkot Tegal

Pengadilan Negeri Tegal Luncurkan Aplikasi SIPLAH WARTEG

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 09 Desember 2021, 08:55 WIB
Aplikasi itu bertujuan memudahkan dan mendekatkan pelayanan PN Tegal dengan masyarakat, khususnya warga Kota...
dok pribadi

Siskaeee Pintar Ngaji dan Cerdas Sejak Kecil

👤RO/Micom 🕔Kamis 09 Desember 2021, 00:20 WIB
Hidup Siskaeee pahit karena yatim...
Dok. Sahabat Ganjar

Bantu Pengungsi Erupsi Gunung Semeru, Sahabat Ganjar Dirikan Dapur Umum 

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 Desember 2021, 00:17 WIB
Posko Dapur Umum didirikan di Dusun Candipuro Kerajan, Kecamatan Candipuro. Sejumlah relawan memasak sejak malam hari untuk membuat nasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya