Rabu 21 Oktober 2020, 09:19 WIB

Program Mbangun Dusun Nganti Wangun Dinilai Realistis

Agus Utantoro | Nusantara
Program Mbangun Dusun Nganti Wangun Dinilai Realistis

MI/Agus Utantoro
Calon Bupati Sleman didukung PKS, Partai Golkar dan Partai NasDem Sri Muslimatun yang mengusung membangun dusun sampai wangun.

 

PASANGAN calon bupati/wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) mengusung program kerja Membangun dusun nganti wangun mendapat perhatian kalangan akademisi. Program Membangun dusun nganti wangun ini akan didukung dengan anggaran Rp100 juta per dusun setiap tahunnya yang diambil dari APBD Sleman.

Menurut akademisi dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Edy Chrisjanto, program ini cukup realistis mengingat APBD Sleman pada tahun 2020 sebesar Rp2,99 triliun. Sedangkan jumlah dusun di Sleman terdiri dari 1.212 dusun yang tersebar di 86 Desa dari 17 wilayah Kecamatan. Edy mengatakan tinjauan realistis atau tidak dapat diukur dari dua hal. Yakni kemampuan anggaran dan karakteristik program yang harus konkrit.

"Dari sisi anggaran cukup realistis, karena secara matematis akan menelan sekitar Rp121 miliar setiap tahunnya. Jumlah ini hanya sekitar 4 persen dari APBD. Sementara dari sisi program, saya menilai mbangun dusun ini lebih terarah kepada infrastruktur lokal," kata Edy saat ditemui di Fakultas Hukum UWM, Rabu (21/10).

Meski demikian, Edy menilai anggaran ini perlu dikelompokkan ke dalam klaster tertentu dalam postur anggaran. Apakah masuk cluster infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, atau peningkatan daya saing ekonomi. 

"Klaster dalam APBD itu kan banyak, perlu dimasukkan ke klaster mana. Tujuannya agar tidak tumpang tindih sehingga program ini dapat diprioritaskan," katanya.

Di kesempatan terpisah, Sri Muslimatun mengatakan program mbangun dusun nganti wangun akan fokus kepada infratruktur yang dapat mendongkrak ekonomi lokal. Pembangunan ini mencakup, revitalisasi pasar, pembangunan jalan, saluran drainase, balai dusun dan pembangunan lainnya.

"Pembangunan dari dusun merupakan fondasi untuk pembangunan skala makro. Saya sudah mengkaji dengant tim pakar. Program ini sangat realistis. Bukan sekedar janji surga yang pada akhirnya gagal karena tidak jelas konsepnya," ujarnya.

Calon Bupat yang diusung Partai NasDem, PKS dan Partai Golkar ini memastikan jika terpilih nanti program ini akan disetujui oleh DPRD. Berbekal pengalaman menjadi Wakil Bupati sejak tahun 2015, ia akan langung beradaptasi dengan sistem kerja bersama legislatif. Di sisi lain, cawabup Amin Purnama akan turut mengawal di DPRD karena pernah menjadi legislator di Sleman. 

"Masa jabatan hasil Pilkada 2020 yang hanya 3 tahun, faktor pengalaman akan menentukan percepatan pembangunan," tegasnya.

baca juga: Libatkan ASN, Petahana Pilkada Dumai Ditetapkan Tersangka

Alasan mendasar program Rp100 juta per dusun karena Muslimatun ingin menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Dengan fokus pembangunan mulai dari dusun, target pemerataan dapat terlaksana. Konsep ini akan memberi peluang ekonomi lokal berkembang.

"Kami rancang pembangunan berskala besar dimulai dari program-program kecil berbasis masyarakat. Dan ini harus dimulai dari dusun," jelasnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Cikwan Suwandi

Dukungan Bertambah Setelah Cellica-Aep Unggul dalam Debat

👤Cikwan Suwandi 🕔Minggu 29 November 2020, 14:03 WIB
Sepanjang debat terbuka pasangan calon nomor 2 yang paling cekatan menggunakan waktu bicara dan menjawab...
MI/Palce Amalo

Memacu Produksi Padi Petani Air Bauk Kupang NTT

👤Palce Amalo 🕔Minggu 29 November 2020, 13:45 WIB
DULU musim kemarau yang berlangsung delapan bulan tiap tahun membuat petani Air Bauk, di Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, urung...
MI/Alexander P Taum

Gunung Ile Lewotolok Erupsi Lagi

👤Alexander P Taum 🕔Minggu 29 November 2020, 13:04 WIB
Erupsi hebat terjadi lagi di Gunung Berapi Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya