Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Narkotika Nasional Kota Tasikmalaya melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di dalam Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Kelas II B dan secara langsung menggelar tes urine bagi 30 orang narapidana kasus narkotika, Jumat (16/10). Pemeriksaan dilakukannya sebagai upaya antisipasi mencegah peredaran hingga penyalahgunaan narkoba.
Kepala Satuan Pengamanan Lapas Klas II B Tasikmalaya, Redi Agian mengatakan, untuk sekarang pihaknya kedatangan dari anggota BNK dan Polresta Tasikmalaya dan tujuannya untuk melakukan tes urine bagi warga binaan khususnya kasus narkotika. Karena, kegiatan yang dilakukannya memang sudah diketahui sebelumnya akan melakukan test urine bagi narapidana.
"Kami melakukan tes urine secara mendadak tanpa diketahui oleh siapapun hanya saya dan kalapas yang sudah tahu akan melakukannya kegiatan tersebut. Karena, sebelumnya sudah ada koordinasi dengan Satnarkoba Polresta Tasikmalaya dan BNK supaya menggelar tes urine untuk mengantisipasi peredaran narkoba di dalam Lapas terutamanya di masa pandemi Covid-19," katanya, Jumat (16/10/2020).
Baca Juga: Ganja di Kandang Ayam Terendus BNN Tasikmalaya
Ia mengatakan, peredaran narkotika di wilayah Kota Tasikmalaya cukup mengkhawatirkan dan langkah yang dilakukannya tersebut untuk memaksimalkan pembinaan agar para warga binaan tidak kembali terjerumus masuk dalam penyalahgunaan narkoba. Namun, jika ada warga binaan yang positif narkoba, pihaknya akan langsung menyerahkannya ke polisi atau BNN untuk ditindaklanjuti.
"Mudah-mudahan semua warga binaan yang di tes urine hasilnya negatif, jika ditemukannya positif akan langsung menyerahkannya pada Polisi dan BNK supaya mereka bisa di proses kembali sesuai hukuman. Sedangkan, dalam lapas sendiri tidak hanya tes urine tetapi razia kamar secara acak terus dilakukannya supaya tidak ada senjata berbahaya," ujarnya.
Kepala Unit Satu Satuan Narkoba Polresta Tasikmalaya IPDA Wahidin mengatakan, dalam penanganan kasus narkotika selama ini selalu berkoodinasi dengan Lapas dan BNK dalam melakukan tes urine terutama kepada warga binaan yang mengkonsumsi narkoba. Namun, tes urine yang dilakukannya sekarang ada 30 sampel yang diperiksa petugas tidak menemukan adanya warga binaan pemakai.
"Pemeriksaan yang dilakukannya tersebut tak ada satupun narapidana di kasus narkotika positif memakai pemakaian narkoba, tetapi kami akan terus berupaya mengantisipasinya supaya peredaran itu tidak terjadi. Karena, di satu sisi memang peredaran narkoba selama ini cukup banyak dan mereka melakukannya dengan sistem lama yakni tempel dan lainnya," paparnya. (AD/OL-10)
Individu yang terjebak dalam adiksi judi memerlukan terapi medis karena adanya kerusakan struktur otak yang serupa dengan penyalahgunaan narkoba.
Pakar FKUI Prof. Ari Fahrial Syam jelaskan bahaya tramadol jika disalahgunakan tanpa resep dokter. Simak gejala adiksi seperti tremor hingga gelisah di sini.
Wanita berinisial N ini ditangkap petugas gabungan karena memiliki laboratorium dan pabrik Narkoba jenis mephedrone di sebuah vila di Gianyar Bali.
Bea Cukai bersama BNN laboratorium narkotika tersembunyi (clandestine lab) di Kabupaten Gianyar, Bali.
Mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro diduga terima uang keamanan dari bandar narkoba Koko Erwin.
Bareskrim Polri ringkus Koko Erwin, bandar narkoba pemasok uang eks Kapolres Bima, saat nyaris kabur ke Malaysia via jalur laut ilegal di Tanjung Balai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved