Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM kemarau tahun ini melanda sebagian besar wilayah di Jawa Barat. Oleh karena itu, keberadaan air sangat dibutuhkan.
Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengatasi masalah ini dengan membangun embung di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,. Embung ini terbukti mampu membantu berbagai subsektor pertanian, termasuk peternakan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan embung ini sangat diperlukan bagi sub sektor peternakan.
Menuru Mentan, embung peternakan akan sangat berarti bagi kelangsungan usaha peternakan sapi potong yang dikelola kelompok ternak yang kerap kali mengalami kekurangan air pada musim kemarau.
“Kita ingin usaha peternakan bisa terus berproduksi dalam kondisi apa pun, termasuk saat musim kemarau dan pandemi Covid-19. Kementerian Pertanian turut menjaga hal tersebut dengan membangun embung. Kita berharap embung peternakan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh peternak dan bisa berdampak pada peningkatan produksi daging nasional,” katanya, Jumat (2/10).
Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, Ditjen PSP serius dalam menangani persoalan kekeringan melalui penyediaan infrastruktur irigasi pertanian berupa bangunan embung. Apalagi. Embung mampu mendukung semua subsektor pertanian.
“Embung harus bisa meningkatkan produksi pertanian pada semua sub sektor, baik itu sub sektor tanaman pangan, sub sektor hortikultura, sub sektor perkebunan maupun sub sektor peternakan. Sehingga yang menjadi skala prioritas adalah pada lokasi yang rawan terdampak bencana kekeringan dan kebanjiran akibat anomali iklim," jelasnya.
"Pun tidak terlepas dari pengelolaan dan pemeliharaan yang baik dari Poktan dan Gapoktan yang ada di sekitar embung peternakan, semua harus bersama-sama menjaganya,” tegasnya.
Ungkapan serupa disampaikan Direktur Irigasi Pertanian Rahmanto. Menurutnya, di Tahun 2020 ini telah dialokasikan embung peternakan 1 unit di Kabupaten Indramayu.
“Pembangunan embung mendukung peternakan memang tidak sebanyak alokasi bangunan embung mendukung tanaman pangan pada umumnya, hal tersebut dikarenakan tim teknis Kabupaten masih sulit memenuhi kriteria teknis yang dipersyaratkan,” katanya.
Embung yang merupakan salah satu upaya konservasi air tepat guna, harus berada dalam kawasan peternakan (ruminansia) yang peruntukannya untuk Hijauan Pakan Ternak (HPT), sanitasi dan minum ternak agar kebutuhan air untuk usaha ternak terpenuhi utamanya saat musim kemarau.
Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, telah terealisasi 1 unit bangunan embung peternakan pada 31 Juli 2020 pada lokasi Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder.
Saat dilakukan monitoring dan evaluasi di puncak musim kemarau 2020 dan masa pandemi covid-19 ini, bangunan embung mampu menjadi salah satu solusi permasalahan kekurangan air pada setiap musim kemarau.
Air embung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi ternak yang ada di kawasan kandang tersebut dan juga tanaman hijauan pakan ternak baik yang ada di kebun rumput maupun sepanjang pinggiran sungai sekitar kandang.
Kepala Bidang Prasarana Sarana Dan Penyuluhan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Dadang Supriatna, mengatakan bantuan embung dari PSP sangat berarti bagi keberlanjutan usaha ternak sapi potong yang dibudidayakan Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I.
“Harapannya dapat mendukung program pemerintah untuk swasembada daging. Paling tidak berperan serta dalam memenuhi kebutuhan daging sapi Kabupaten Indramayu yang selama ini masih sangat tergantung pada sapi-sapi yang didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya.
Ketua Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I, Charida, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui Ditjen PSP atau bantuan embung ini.
“Kami sangat merasakan manfaat dari bantuan embung yang berukuran 6 x 50 x 2,5 meter tersebut. Dengan adanya pembangunan kandang yang semi modern dan kepastian ketersediaan air dari embung telah menarik minat anggota kelompok untuk menambah populasinya dari luar,” katanya.
Bantuan embung mampu menjadi stimulan bagi keberlanjutan usaha ternak sapi pada Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I. Jumlah kandang yang ada dalam kawasan ternak kelompok saat ini sejumlah 25 Unit dan digunakan untuk memelihara 82 ekor sapi potong.
Sapinya di antaranya jenis peranakan Ongole yang merupakan bantuan dari pemerintah dan juga dari teknologi Inseminasi Buatan dalam perkawinan ternak seperti Limousine, Brahman, Angus, dan Simental.
Selain itu terdapat 1 unit kandang yang berisi 5 ekor domba lokal merupakan bantuan dari Dana Desa Cangkingan). Pasca realisasi bangunan embung, akan dibangunkan kandang koloni baru di lahan milik kelompok yang letaknya berdampingan dengan kawasan kandang sebelumnya. (RO/Ol-09)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved