Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Cirebon, Jawa Barat memilih menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Daripada menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kendati kasus positif Covid-19 di sana menunjukkan angka kenaikan signifikan.
"Permasalahan covid-19 ini, seperti sedang menghadapi buah simalakama," ungkap Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Kamis (10/9). Untuk penanganan permasalahan Covid-19 di setiap daerah berbeda-beda. Jadi tidak bisa mencontoh daerah lain, namun didasari situasi dan kebutuhan di Kota Cirebon.
Untuk itu Azis berpendapat lebih baik menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan secara disiplin menjalankan protokol kesehatan. "Menjalankan protokol kesehatan secara ketat jauh lebih baik ketimbang kita menerapkan PSBB," ungkap Azis.
Alasannya, ungkap Aziz, tidak ada jaminan penerapan PSBB bisa menurunkan penularan corona. Yang bisa terjadi justru penurunan ekonomi. "Ekonomi melorot. Saya khawatir masyarakat tidak tahan," ungkap Azis. Hingga akhirnya mereka justru keluar rumah lagi untuk mencari nafkah.
Untuk itu, lanjut Azis, yang terpenting saat ini menggugah kesadaran masyarakat Kota Cirebon bahwa covid-19 masih terjadi. "Angkanya juga masih tinggi," ungkap Azis.
Bahkan dari 22 kelurahan di Kota Cirebon 18 kelurahan sudah berstatus zona merah. Untuk itu, peran serta masyarakat dibutuhkan untuk bersama-sama turut serta melakukan pencegahan penyebaran covid-19 lebih luas lagi.
"Supaya kami tidak mengambil keputusan PSBB lagi," ungkap Azis.
Dalam waktu dekat menurut Azis bersama dengan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Kota Cirebon akan melakukan rapat untuk mengambil keputusan bersama mengenai langkah apa yang perlu diambil di tengah-tengah angka covid-19 yang makin tinggi. (OL-13)
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Singapura Bertambah 63
Aksi bersih-bersih pantai ini dilakukan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Cirebon bersama organisasi kemasyarakatan dan pelajar
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Perlancar aliran air saat hujan deras turun, pemasangan jaring penahan sampah dilakukan di Kota Cirebon.
Pada 2025 lalu, pemkot sudah melakukan normalisasi di 14 sungai dengan total panjang sekitar 9 km.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved