Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENCARI pengganti Tri Rismaharini di Surabaya bukan persoalan mudah. Sampai-sampai, untuk kota terbesar kedua di Indonesia itu, PDI Perjuangan harus mengumumkan calon yang diusungnya pada gelombang kelima.
Kemarin, akhirnya PDIP sudah memutuskan nama sang pengganti, yakni Eri Cahyadi. Seperti Risma dulu, Eri bukan kader partai. Ia merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.
Eri akan didampingi kader PDIP Armuji. Pria ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Jawa Timur.
"Saya bersyukur bisa ikut dalam kontestasi untuk meneruskan langkah Tri Rismaharini. Bersama Mas Eri, kami bertekad meneruskan perjuangan Bu Risma," ujar Armuji di Surabaya.
Setelah nama pasangan ini dipilih DPP PDIP untuk maju di Surabaya, Eri-Armuji menyambutnya dengan menggelar deklarasi di Taman Harmoni. Risma hadir dan ikut memberi dukungan.
Di Jawa Tengah, tarik ulur dukungan PDIP juga masih terjadi di Kabupaten Rembang dan Kota Pekalongan. Kemarin, partai ini hanya memberikan rekomendasi pasangan calon yang didukung untuk 19 daerah.
"PDIP belum memutuskan pasangan yang akan diusung untuk Rembang dan Pekalongan. Hari ini, kami menyerahkan dukungan untuk 19 pasangan di kabupaten dan kota," papar Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto.
Sugianto Sabran
Petahana Sugianto Sabran jadi pilihan NasDem di Kalimantan Tengah. Ia akan berpasangan dengan Edy Pratowo.
"Pilihan ini sudah melalui tahapan dan proses penjaringan yang panjang. Kami juga sudah melakukan survei terhadap nama-nama yang potensial," ungkap Ketua NasDem Kalteng, Faridawaty Darlan Atjeh.
Di provinsi ini, NasDem meraih 5 kursi di DPRD. Karena itu, mereka memilih berkoalisi dengan Golkar yang mendudukkan kadernya, Edy Pratowo, mendampingi petahana.
Seorang jenderal polisi akan menghangatkan pilkada di Sumatra Barat. Ia ialah Fakhrizal, mantan kapolda di provinsi itu.
Fakhrizal mendapat dukungan dari NasDem untuk berpasangan dengan Genius Umar, yang saat ini ialah Wali Kota Pariaman.
Sementara itu, pasangan politikus-birokrat didapuk NasDem untuk bersaing di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Mereka ialah Kristiana Muki, anggota DPR RI yang akan berpasangan dengan Yosef Tanu, yang saat ini menjabat Kepala Bagian Umum Pemkab Timor Tengah Utara.
"Dari hasil survei yang kami lakukan, pasangan ini memiliki elektabilitas sangat tinggi, terutama Kristiana. Karena itu, NasDem optimistis pasangan ini berpeluang memenangi pilkada," ujar Sekretaris NasDem NTT, Alexander Ofong.
Kristiana merupakan istri Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Fernandes, yang masa jabatannya berakhir tahun ini. NasDem bisa mengusung pasangan ini tanpa koalisi karena mengantongi 8 kursi di DPRD, lebih dari syarat minimal partai pengusung 6 kursi.
Kristiana merupakan calon kepala daerah perempuan pertama yang maju di kabupaten ini. "Kami membuat sejarah. Pemimpin perempuan akan segera lahir di Timor Tengah Utara sejak Indonesia merdeka," tambah Alexander. (FL/AS/SS/YH/PO/BB/N-3)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved