Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGHUNI rumah susun Jardin di Jalan Cihampelas Kota Bandung meminta pengembang, PT Kagum Karya Husada untuk segera menyerahkan sertifikat hak milik satuan rumah susun (shm srs) atas tempat tinggal mereka. Pasalnya, meski sudah melunasi pembayaran sejak lebih dari lima tahun lalu, hingga saat ini mereka belum juga menerima bukti kepemilikan yang sah.
Kuasa hukum penghuni rusun Jardin, Benny Wullur, mengatakan kliennya sangat dirugikan karena hingga saat ini tak kunjung menerima shm srs seperti yang dijanjikan pengembang.
"Padahal warga ini sudah melunasi pembelian sejak 2014," kata Benny Wullur saat ditemui di lokasi rusun Jardin Bandung, Jumat (28/8).
Selain tak kunjung mendapat shm srs, warga merasa khawatir akan keberlangsungan tinggal di rusunami tersebut. Sebab, lanjut Benny, berdasarkan hasil keputusan PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, PT Kagum Karya Husada tengah diproses penundaan kewajiban pembayaran utang karena tidak sanggup membayar pinjaman ke BRI Agro Jakarta. Dalam meminjam dana tersebut, PT Kagum Karya Husada mengagunkan seluruh shm srs di rumah susun tersebut.
"Kami khawatir kalau Kagum dipailitkan karena tidak mampu membayar pinjaman kepada Bank BRI. Nanti kami yang kena, agunan sertifikat apartemen Jardin di sana, khawatir disita," katanya.
Di sisi lain, dia menyayangkan BRI Agro dalam memberikan pinjaman kepada PT Kagum Karya Husada karena telah mengagunkan seluruh sertifikat apartemen Jardin yang sudah menjadi milik warga.
"Bank tidak ada prinsip kehati-hatian. Kenapa mau memberikan pinjaman, padahal agunannya bukan milik peminjam. Emangnya enggak dicek dulu?" ujarnya.
Atas kejadian ini, pihaknya menuntut PT Kagum Karya Husada agar segera memberikan sertifikat milik warga sebagai bukti kepemilikan yang sah.
"Jadi kalau Kagum enggak bisa bayar silakan ambil yang 172 unit, jangan sita yang milik kami juga," ujarnya.
Dia juga meminta BRI Agro agar lebih jernih dalam persoalan ini.
"Kalau Kagum tidak bisa bayar, sita saja yang 172 unit, jangan milik kami, jangan semuanya. Kami kan enggak ada urusan," katanya.
Salah seorang penghuni, Krisdanu Purwana, mengatakan di apartemen ini terdapat 2.400 unit. Dari jumlah tersebut, hanya menyisakan 172 yang belum terjual.
"Ini ada empat blok, masing-masing blok ada 600. Semuanya sudah terjual. Yang 172 itu yang punya Kagum. Harusnya kalau mau diagunkan, ya yang 172 itu," katanya.
baca juga: Konsumsi BBM di Bandung Raya dan Priangan Timur Naik
Selain belum memberikan shm srs, dia juga menyayangkan sikap pengembang yang tidak segera mengalihkan pengelolaan apartemen tersebut kepada warga. Padahal, lanjut dia, berdasarkan aturan setelah unit terjual dan ditempati, pengelolaan diserahkan kepada warga.
"Ada undang-undangnya. Kami warga bisa jadi pengelola rumah susun ini. Penghuni bisa mengelola sendiri. Tapi ini belum juga diserahkan kepada kami," katanya.
Oleh karena itu, dia juga meminta pemerintah khususnya Kota Bandung agar aktif dalam membantu mengatasi persoalan ini.
"Kami kan warga sini. Kami mohon pemerintah turun tangan membantu. Apalagi kan ini jumlahnya banyak," kata dia.
Perwakilan warga lainnya, Alfadison, berharap shm srs miliknya bisa segera diperoleh.
"Itu ada peraturan menterinya, kami berhak mengelola," katanya. (OL-3)
Pemkot Bandung telah menyerahkan sejumlah dokumen awal kepada para budayawan untuk didalami lebih lanjut, dilengkapi dengan data dan dokumentasi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan, kemunculan industri berbasis sains dan teknologi menjadi kunci vital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
“1 Meja Seribu Rasa”, Rekomendasi Buka Puasa Hotel dengan Ragam Cita Rasa Nusantara & Timur Tengah
Sebagai bagian dari ARTOTEL Group yang mengusung konsep art, lifestyle, and experiential hospitality, De Braga by ARTOTEL terus mengembangkan pendekatan kreatif.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur, atau sekitar 14 kilometer timur Kota Bandung
Grand Pasundan Convention Hotel berpartisipasi dalam pameran Heritage Wedding Bride 2026 di BCC Bandung, menawarkan beragam venue pernikahan dan promo wedding package menarik.
“Kalau terlalu lama di lokasi pengungsian, mereka bisa merasa terasing. Karena itu, saat sudah punya tempat, mereka bisa beradaptasi kembali dengan lingkungan dan masyarakat sekitar."
Sekitar 60-70% pekerjaan pembongkaran telah rampung hingga Oktober 2025, meliputi pembersihan puing dan survei struktur.
Kegiatan ini menggunakan pendekatan interdisipliner untuk mendorong tumbuhnya keterampilan ekspresif, empati, serta daya cipta anak-anak melalui media sastra, musik, dan konseling.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengevaluasi kebijakan sewa murah rumah susun sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan hunian layak dan upaya mendorong kemandirian w
Sekretaris DPRKP DKI Meli Budiastuti mengatakan penghuni yang seperti itu tidak akan diperpanjang masa tinggalnya di rusunawa.
Penerapan kebijakan durasi sewa Rusun maksimal enam tahun bagi masyarakat umum dan 10 tahun bagi yang terprogram memicu keresahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved