Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pedagang sayuran di Kabupaten Pati melakukan aksi bagi-bagi sayuran secara gratis pada warga yang melintas, ada pula pedagang yang membuang sayuran lantaran harga komoditas anjlok dan tidak laku di pasar. Sementara di Kabupaten Semarang, sejumlah elemen masyarakat melakukan aksi borong sayuran lantas membagikan kepada warga lainnya.
Pemantauan Media Indonesia, puluhan pedagang sayuran di Pasar Kayen, Kabupaten Pati, melakukan aksi unjuk rasa di depan pasar dengan cara membuang sebagian dagangannya ke jalan dan sebagian lainnya membagikan kepada warga yang melintas.
Aksi unjuk rasa tersebut dikakukan para pedagang sayuran di kios yang berada di dalam pasar karena selama lima bulan masa pandemi covid-19, dagangan tidak laku.
"Sejak covid-19 banyak pedagang diperbolehkan menjual dagangan di halaman parkir di luar pasar, akibatnya kami yang berada di dalam tidak laku," kata salah satu pedagang, Sukarti, 45, Selasa (25/8).
Pasar pagi dimulai pukul 01.00-07.00 WIB digelar setiap hari di halaman parkir pasar, sehingga para pedagang sayuran yang berada di kios dalam tidak laku dan sayuran layu ketika sudah beranjak siang. Pedagang pun meminta adanya upaya pengaturan agar semua komoditas dapat laku.
"Sudah lima bulan kami merugi, kami menyadari pada masa pandemi covid-19 ini menjadikan semua terasa berat, tapi setidaknya ada pengaturan agar semua hidup," ujar pedagang lainnya, Kardi.
Sebelumnya sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Semarang melakukan aksi borong sayuran dan buah-buahan dari para petani di Bandungan, harga sayuran anjlok menyebabkan banyak petani merugi hingga jutaan rupiah.
Baca juga: Harga Sayuran Anjlok, Petani Merugi
Harga sayuran seperti sawi, kol, wortel, tomat, seledri dan onclang (daun bawang) sebelumnya berkisar Rp6.000-8.000 per kilogram di pasaran, dalam beberapa pekan anjlok hanya berkisar Rp2.000-4.000 per kilogram.
"Banyak petani sayuran di Bandungan resah akibat anjloknya harga sayuran, maka perlu upaya untuk mendongkrak harga sayuran di pasaran," kata Ketua Kegiatan Sosial Kabupayen Semarang Pristyono Hartanto.
Beberapa elemen masyarakat di Kabupaten Semarang, imbuh Pristyanto, seperti Kelompok Pengamen Kuliner Ambarawa, Komunitas Peduli Alam Lestari Kabupaten Semarang, Karang Taruna Bandungan, hingga sejumlah pengusaha ikut prihatin dengan kondisi ini.
Langkah yang ditempuh dalam hal ini, yakni melakukan peningkatan pembelian di tingkat petani.
"Hasil pembelian secara besar-besaran oleh elemen masyarakat ini lalu kita bagikan secara cuma-cuma kepada warga lain," ungkapnya.
Upaya ini selain untuk mendongkrak harga juga untuk membantu warga lain yang kesulitan ekonomi terimbas covid-19.(OL-5)
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Sayur merupakan sumber penting serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Konsep KTR tidak semestinya diberlakukan secara kaku tanpa membaca kultur ekonomi di lapangan.
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
PARA petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif pengoperasian gerbong kereta api (KA) petani dan pedagang di wilayahnya.
Penataan dilakukan untuk memberikan ruang usaha lebih layak dan representatif bagi para pedagang, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman.
Ratusan lapak itu dikuasai oleh beberapa orang untuk dijual kembali ke pedagang kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved