Jumat 21 Agustus 2020, 12:58 WIB

Perburuan Ancam Populasi Anoa dan Babi Rusa

Antara | Nusantara
Perburuan Ancam Populasi Anoa dan Babi Rusa

ANTARA FOTO/Jojon
Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) berada di penangkaran BKSDA Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara

 

BALAI Besar Taman Nasional Lore Lindi (TNLL) mengakui keberadaan dua satwa endemik yaitu babi rusa dan anoa di dalam kawasan konservasi itu semakin berkurang.
  
"Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang memburunya baik kebutuhan sehari-hari maupun sebagian dagingnya dijual," kata Kepala Balai Besar TNLL Jusman di Palu, Jumat (21/8).

Jusman mengatakan luas kawasan hutan konservasi TNLL mencapai 217.000 hektare, terbagi dalam dua wilayah administrasi yakni Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi. Di satu sisi, kata dia, petugas yang dimiliki Balai Besar TNLL untuk mengamankan menjaga kawasan konservasi tersebut masih sangat minim sekali. Karena itu, lanjut dia, tidaklah heran jika perburuan terhadap berbagai jenis satwa, termasuk satwa-satwa endemik, di kawasan TNLL masih sangat tinggi.
  
Dua jenis satwa endemik Sulawesi yang masih diburu masyarakat hingga kini adalah babi rusa dan anoa. Kedua satwa itu, menurut Jusman, sudah sangat sulit diketemukan di kawasan TNLL. 

"Pada beberapa puluh tahun lalu, masih bisa dijumpai para petugas," tambahnya.

 Namun, lanjut dia, beberapa tahun terakhir ini kedua satwa endemik yang dilindungi undang-undang tersebut sudah semakin sulit dijumpai. 
  
"Ini mengindikasikan bahwa anoa dan babi rusa sebagai satwa langka semakin langka pula ditemukan di dalam kawasan konservasi TNLL," terang Jusman.

baca juga: FAJI Optimistis Wisata Petualangan Tetap Eksis

Berdasarkan data pada 2013 populasi anoa sekitar 77 ekor dan babi rusa 74 ekor. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kata Jusman, populasi kedua satwa endemik tersebut, terus menurun. Jika terus diburu masyarakat, bukan tidak mungkin suatu saat kedua satwa langka itu akan musnah dari habitatnya. Karena itu pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memburu kedua jenis satwa endemik agar tidak punah.
  
Anoa dataran tinggi maupun dataran rendah menyukai daun muda yang mengandung garam. Begitu pula air yang sedikit mengandung garam. Anoa juga suka menyantap lumut-lumut yang hidup di batang pohon dan batu-batuan. (OL-3)


 

Baca Juga

DOK PEMKAB JAYAPURA

Kampung Adat Membangun

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 05:00 WIB
Kampung Adat ini digagas Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam visi dan misi yang diusungnya, 'Jayapura...
MI/Benny Bastiandy

Sumut Stop Penambahan Keramba Jaring Apung di Danau Toba

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 25 Januari 2021, 02:30 WIB
Pemprov juga telah melaksanakan sosialisasi cara budi daya ikan yang baik kepada pengusaha budi daya ikan di...
Antara/Oky Lukmansyah

Petugas Tutup Paksa Swalayan Langgar PPKM di Kupang

👤Palce Amalo 🕔Senin 25 Januari 2021, 02:10 WIB
Petugas juga memberikan peringatan kepada pemilik swayalan untuk menaati aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah demi memutus rantai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya