Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI upaya dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang kembali terjadi beberapa hari lalu. Komandan Kodim 0205/Tanah Karo, Letkol Yuli Eko Hadiyanto, mengungkapkan pihaknya bersama dengan Polri telah mendirikan 10 pos patroli di zona merah lereng Gunung Sinabung.
"Kesepuluh pos itu berada di Desa Mardinding, Desa Guru Kinayan dan Desa Payung Gambir," ujarnya, Rabu (19/8).
Setelah mendirikan pos, para personel TNI juga telah melaksanakan patroli pada siang dan malam hari, bersama dengan unsur Polri. Selain itu, TNI dan Polri juga akan membersihkan bendungan penahan banjir lahar dingin. Pembersihan itu dilakukan karena saat ini bendungan sudah dipenuhi dengan berbagai material, terutama kayu.
"Ternyata konsep pembangunan bendungan yang dibuat Jepang dulu berbeda dengan kondisi Gunung Api Sinabung, karena banjir lahar di dingin Sinabung membawa serta banyak material kayu yang menutupi bendungan," katanya.
Dalam upaya lain, TNI dan Polri juga telah membagikan bantuan 50.000 masker dari Pemprov Sumut, kepada warga lereng gunung. Selain menahan debu masuk ke pernafasan, penggunaan masker itu juga untuk mewaspadai penularan korona.
Di lain pihak, pihak kepolisian juga telah mengerahkan armada truk water canon untuk membantu upaya pembersihan debu vulkanik. Sebanyak 3.000 paket sembako juga sudah disalurkan kepada masyarakat sekitar.
Begitu juga bantuan lain, seperti sarung 1.000 paket, tetes mata 1.000 botol, selimut 120 lembar, perlengkapan bayi 100 unit, paket sandang 500 unit dan blower kipas untuk lahan pertanian sebanyak 15 unit. (R-1)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved