Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN mulai melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Sebanyak 42 desa di tujuh kecamatan, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, misalnya, sudah mengalami krisis air bersih.
Bahkan, desa-desa di Kecamatan Juwangi dan Wonosegoro sudah mengalami krisis air bersih parah. Beberapa warga bisa mengatasinya
dengan membeli air tangki. Warga lain menunggu bantuan pemerintah kabupaten.
Bupati Seno Samudera sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan sejak awal Agustus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sudah menyiapkan langkah untuk mendistribusikan air bersih.
“Berbeda dengan tahun lalu, saat ini kami harus bergerak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan karena pandemi. Pemkab sudah menggulirkan dana penyediaan 600 tangki air bersih untuk membantu warga,” kata Kepala BPBD Bambang Sinungharjo, kemarin.
Setali tiga uang, kekeringan juga sudah melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. “Ada 21 desa yang membutuhkan bantuan air bersih,” jelas Kepala Pelaksana BPBD, Tectona Jati.
Selain pendanaan dari APBD Kabupaten Pasuruan, dia berharap Pemprov Jawa Timur juga segera menggulirkan dana untuk membantu. “Selain itu, karena keterbatasan pemkab, kami juga mengundang perusahaan untuk ikut membantu dengan dana tanggung jawab sosial mereka,” tambahnya.
Seretnya pasokan air juga dirasakan petani di Kabupaten Brebes. Sumber air untuk mengairi sawah sudah sangat berkurang.
Sejumlah bendungan mulai kekurangan air dan tidak bisa mengairi areal persawahan. Salah satunya bendungan Cisadap di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, yang menjadi oase bagi tiga kecamatan.
Nasib sawah di wilayah itu tinggal bergantung pada Waduk Malahayu yang ada di Kecamatan Banjarharjo.
“Kami harus memberlakukan sistem gilir air mulai 16 Agustus. Empat hari ditutup dan enam hari dibuka,” ujar Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku Brebes, Nurul Hidayat.
Di Lebak, Banten, anggota DPRD Dian Wahyudi mengkhawatirkan nasib areal pertanian. “Sudah masuk musim kemarau, sejumlah areal pertanian terancam mengalami kekeringan. Kami meminta pemkab segera menyiapkan langkah sehingga petani tidak merugi karena tanamannya puso.”
Di daerah ini, sawah tadah hujan sudah mengalami kekeringan. Intervensi bisa dilakukan pemkab dengan menyediakan pompa air, normalisasi sungai, dan memperbanyak jaringan irigasi.
Lingkungan rusak
Di luar Jawa, Kepala BPBD Bangka Belitung Mikron Antariksa mengkhawatirkan dampak kemarau akan lebih parah di wilayahnya. “Kerusakan lingkungan akan membuat dampak kemarau lebih parah dari tahun-tahun lalu.”
Ia mengaku banyak sumber air bersih berkurang karena penambangan dan kegiatan lain yang merusak lingkungan. “Bangka Belitung juga be-
lum memiliki sumber air baku dengan volume besar untuk diolah menjadi air bersih.”
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat juga sudah meminta para bupati untuk segera bergerak menyiapkan langkah menghadapi kekeringan. “BMKG sudah memperingatkan bahwa 100% daerah di NTT sudah memasuki musim kemarau.
Pemerintah, lanjutnya, harus segera menggulirkan langkah mitigasi dan membangun kesiapsiagaan. “Salah satunya harus menyiapkan distribusi air bersih dan kecukupan air untuk lahan pertanian.”
Kesiapsiagaan sudah dilakukan BPBD Kabupaten Sumba Barat. “Satu armada tangki akan membawa air bersih untuk dibagikan kepada warga,” kata Kepala BPBD Yanis Lubalu. (JI/RF/PO/N-2)
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved