Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA masa pandemi covid-19 para peserta didik dituntut untuk belajar daring dari rumah. Namun, kondisi serba keterbatasan dialami sejumlah pelajar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beruntung ada warga yang merelakan jaringan wifi nya dipakai mereka untuk belajar.
Demi tugas sekolah, mereka bergantian memakai smartphone hingga menumpang jaringan internet ke rumah warga. Kegiatan ini menjadi rutinitas para pelajar setiap pagi dan sore di sana.
Seperti yang dilakukan oleh Carolus Ayub Moan Kaki,siswa SMK Negeri I Maumere kelas X terpaksa harus menumpang jaringan wifi di rumah tetangganya. Kebetulan handphone yang dimilikinya tidak memiliki pulsa data.
Ia mengaku setiap pagi dirinya harus pergi ke rumah tetangga untuk menumpang jaringan internet wifii agar bisa mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Hal ini juga dilakukan oleh beberapa temannya.
"Saya punya handphone. Hanya tidak ada pulsa data. Orang tua saya pekerjaannya sebagai tukang ojek. Jadi tiap pagi saya harus pergi ke rumah tetangga untuk numpang jaringan internet wifi agar bisa kerja tugas yang diberikan oleh bapak ibu gurunya," tandas Ayub saat ditemui mediaindonesia.com, Selasa (28/7)
Ayub mengaku dalam sehari dirinya harus mengerjakan tugas empat mata pelajaran. Usai mengerjakan tugas, ia langsung foto tugasnya yang dikerjakan disebuah buku tulis. Selanjutnya ia langsung mengirim tugas tersebut ke link yang sudah dikirim oleh bapak ibu guru kepadanya.
"Saya sangat bersyukur sekali, ada warga yang memberikan kami kode wifi sehingga kita bisa kerjakan tugas. Kami kerja tugas juga di bawah pohon mangga. Kebetulan ada warga yang merelakan tempat mereka untuk kami kerjakan tugas. Semoga mereka masuk surga," ujar Ayub.
Berbeda dengan Ayub, Novita Temi siswa SMPN Alok Maumere kelas VII yang berasal dari keluarga kurang mampu ini diketahui seringkali harus numpang handphone milik teman-temannya saat mengerjakan tugas.
Kepada mediaindonesia.com, Novita mengaku dirinya tidak memiliki handphone karena tidak bisa membeli. Mengingat ibunya sudah meninggal dan ayah pergi merantau.
"Saya tidak punya handphone. Setiap hari saya harus ikut teman. Kebetulan handphone temannya juga tidak punya pulsa data. Jadi kalau mau kerja tugas, saya dengan teman pergi sama-sama untuk numpang jaringan internet wifi
milik warga," ujar dia.
Selesai kerjakan tugas, ia mengaku langsung mengirim tugas tersebut ke whatsapp milik gurunya melalui handphone temannya. " Saya senang sekalimeskipun tidak ada handphone, saya bisa dibantu oleh teman sehingga saya
bisa kerjakan tugas. Saya juga bersyukur sekali, warga yang punya wifi bisa berikan kode kepada teman yang punya handphone," papar Novita
Berdasarkan pantauan mediaindonesia.com, sejumlah anak belajar di bawah pohon mangga karena di sekitar tempat itu ada jaringan internet wifi milik warga setempat. Pemilik wifi memberi izin bagi anak-anak agar memanfaatkan jaringan internetnya agar mereka bisa belajar.
Sementara itu, pemilik pohon mangga lalu mengeluarkan kursi dari rumahnya agar para pelajar ini bisa duduk untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapa ibu guru mereka. (OL-13)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Kemenag akan terus mengumpulkan pembiayaan untuk kemudian merenovasi pondok dan madrasah yang mengalami rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
Kebijakan ini berlaku mulai 1 hingga 4 September 2025. Surat dikeluarkan dengan tujuan utama menjaga keselamatan dan keamanan seluruh warga sekolah.
Tujuannya agar para siswa tidk bersinggungan dengan rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung Senin (1/9) di halaman Gedung DPRD setempat.
Jadi tutor online sukses! Panduan lengkap mengajar pelajaran sekolah, tips menarik siswa, dan raih penghasilan tambahan dari rumah. Pelajari caranya!
Tersedia layanan design & build, sebuah solusi lengkap dari awal hingga akhir bagi bunda yang ingin mewujudkan berbagai ide kreatifnya.
Program kuliah online bisa menjadi alternatif cara bagi para pekerja untuk meraih gelar sarjana. Seperti apa prosesnya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved