Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Ribuan warga yang berada di lokasi dan rawan banjir di Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dievakuasi dan pindahkan ke tempat-tempat atau lokasi yang aman untuk sementara waktu. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (15/7).
Tim SAR kembali berhasil menemukan dua korban banjir yang sudah tidak bernyawa di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara. Yang satu atas nama Yanti, sementara yang lainnya masih dalam proses identifikasi. Alhasil total korban meninggal akibat banjir bandang berjumlah 19 orang.
"Saat ini, tim SAR gabungan juga masih melakukan pencarian puluhan orang yang dinyatakan hilang. Termasuk alat berat juga tetap stand by di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pembersihan jalur Tans Sulawesi, yang masih penuh lumpur, yang didatangkan dari daerah tetangga, Palopo, Luwu, dan Luwu Timur," kata Sudirman, Rabu (15/7).
Ia juga menyebutkan jika data warga hilang terus diperbarui dengan mengumpulkan data dari tingkat RT/RW, sembari mencari korban yang sudah dilaporkan di posko induk penanggulangan bencana banjir Luwu Utara.
Baca juga: Suhu Global 5 Tahun Kedepan, Cenderung 1º C di Atas Pra Industri
Terkait bantuan selain logistik atau berupa data tanggap darurat, kata Sudirman, pihaknya mengaku masih menunggu Pemda Luwu Utara menginventarisir semuanya, karena Pemprov Sulsel dipastikan akan membantu.
Sebelumnya, Kepala BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar menyebutkan, jika melihat kondisi banjir yang berdampak di enam kecamatan dan mengakibatkan ratusan rumah rusak, dan ribuan jiwa terdampak, maka kerugian ditaksir triliunan rupiah. "Tapi kita masih inventarisir," tukasnya.
Sementara itu, terkait banyak rumah yang hanyut dan rusak karena berlokasi di bantaran sungai, sehingga ada kemungkinan untuk merelokasi warga di sana.
"Tim dari kehutanan kita juga sedang melakukan rapat intens, untuk menganalisia tentang seperti apa simulasi sebenarnya kejadian banjir kemarin. Kemudian bagaimana potensi ke depannya, termasuk pemukiman-pemukiman yang ada di sana. Nanti hasil kajian mereka itu akan dijadikan bahan atau dasar untuk mengambil kebijakan-kebijakan," tutup Sudirman. (OL-14)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
Provinsi Sulawesi Selatan tampil sebagai bintang utama penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025 dengan meraup dana KUR fantastis sebesar Rp10,4 triliun .
Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan akan menjadi lokasi pendirian Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (Poltek POM) pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Andi Sudirman mengatakan Pemprov Sulsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kebutuhan mendesak korban kebakaran Sorowako dapat segera terpenuhi.
Dalam program yang berlangsung selama tiga hari (15–17 Agustus 2025), relawan dari berbagai BUMN menjalankan berbagai aktivitas sosial dan edukatif.
Bagi Pemprov Sulsel, penghargaan ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke-80 di Rujab Gubernur Sulsel.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved