Rabu 15 Juli 2020, 13:04 WIB

Ratusan Pedagang Hewan Kurban Tolak Pakai Masker dan Rapid Test

Kristiadi | Nusantara
Ratusan Pedagang Hewan Kurban Tolak Pakai Masker dan Rapid Test

MI/Kristiadi
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum turun langsung membagikan masker di Pasar hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/7/2020)

 

RATUSAN pejual hewan kurban di Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya menolak melakukan rapid test covid-19 yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. Para pedagang meyakinkan petugas bahwa mereka sehat, tidak perlu cek kesehatan, apalagi memakai masker. Pasar hewan Manonjaya menjelang Idul Adha dipenuhi para pedagang hewan kurban yang datang dari Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, Pangandaran bahkan dari Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyesalkan adanya penolakan yang dilakukan oleh pedagang maupun pembeli yang memenuhi pasar hewan. Mereka juga tidak menerapkan tidak memakai masker. 

"Saya barusan langsung turun tangan ke lokasi dan meminta agar pegagang maupun pembeli harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker. Dan kami juga tetap berupaya agar semuanya melakukan rapid test tetapi mereka menolak. Mereka menyakininya sudah sehat dan tidak memakai masker juga tidak wajib digunakan," katanya, Uu Ruzhanul Ulum, Rabu (15/7).

Uu berjanji akan terus mengupayakan agar para pedagang dan pembeli di Pasar Manonjaya mematuhi protokol kesehatan dan mau melaksanakan rapid test secara gratis untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Namun bila para pedagang menolak memakai masker dikenai denda Rp100 ribu, dan pengemudi Rp150 ribu.

Namun tidak semua pedagang hewan kurban menolak rapid test. Heri, warga Sukowono Jember, Jawa Timur yang berjualan hewan kurban di Pasar Manonjaya menyambut positif rapid test gratis dan wajib memakai masker. 

baca juga: MUI Terbitkan Fatwa Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, menggelar rapid test massal di pasar hewan. Dantentunya itu sangat perlu. Karena, selama ini ada juga rasa kekhwatiran bagi keluarga mengingat di lokasi penjualan hewan kurban banyak yang tidak memakai masker hingga mengabaikan protokol kesehatan," paparnya. (OL-3)


 

Baca Juga

ANTARA

H+1 Lebaran, "Jalur Tikus" di Perbatasan Jateng-Jabar Masih Sepi

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:37 WIB
Diperkirakan pada h+4 ke atas kendaraan arus balik ke arah Dejabotabek akan...
Medcom.id/M Rizal

Dukung Pemerintah, Warga Kampung Patunas Tolak Tamu Lebaran

👤Solmi 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:34 WIB
Menurut Guntur yang juga menjabat Kepala Polres Tanjungjabung Barat,  langkah proaktif dari warga tersebut membantu menekan penyebaran...
MI/Susanto

Gempa 7,2 SR Guncang Nias Barat, tidak Berpotensi Tsunami

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 15:48 WIB
Berdasarkan hasil rekaman seismogram BMKG, pusat gempa bumi berada pada 0,10 LU dan 96,53 BT di kedalaman laut 19...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya