Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga di Kampung Sukahurip, Cijulang, Desa Mediasari dan Desa Neglasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah mengalami kekurangan air bersih.
Mereka kesulitan mendapat air bersi untuk minum, memasak, wudlu dan mandi. Karena, sudah beberapa minggu hujan tak turun ditambah desa mereka di perbukitan. Sumur yang telah ada di desa sudah menyusut termasuknya lahan persawahan dilandai kemarau.
"Ada dua desa di Kecamatan Cineam selama ini telah dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih. Sedangkan, untuk desa lainnya sudah mulai sebagian lahan persawahan mengalami kekeringan tapi petani telah berupaya mencari air dengan menggunakan pompa mesin untuk memgairi areal pertanian supaya tidak gagal tanam," kata Kapolsek Cineam Polresta Tasikmalaya AKP Semiyono, Kamis (2/7)
Semiyono mengatakan, untuk pendistribusian air bersih bagi masyarakat di dua desa itu sudah diberikannya sekitar 4.000 liter per hari. Jika tidak dikirim oleh Polsek Cineam biasanya warga setempat meminta melalui sambungan telepon dan itu secepatnya dikirimkan para anggota menuju lokasi.
"Kami bersama anggota dibantu Koramil Cineam mendistribusikan air bersih bagi warga.Kami memakai mobil patroli dalam pendistribusian air bersihnya," paparnya. (OL-13)
Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di Palu Kabur dari Rumah Sakit
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved