Kamis 02 Juli 2020, 19:50 WIB

Pasien Positif Covid-19 di Palu Kabur dari Rumah Sakit

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Pasien Positif Covid-19 di Palu Kabur dari Rumah Sakit

MI/Furqon UL
Ilustrasi

 

PASIEN Dalam Pengawasan (PDP) Syahrir yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, Sulawesi Tengah, melarikan diri. Ia kembali kabur setelah mengetahui kalau hasil tes swabnya masih positif Covid-19

Plt Direktur RSU Anutapura Palu drg Herry Mulyadi mengatakan, belum diketahui bagaimana cara Syahrir kabur dari ruang isolasi yang dijaga perawat. Yang pasti, Syahrir diketahui sudah tidak ada di ruang isolasi, pada Rabu (1/7).

Menurut Herry, sebelum kabur warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, itu menerima informasi dari dokter bahwa hasil tes swab terakhirnya masih positif korona.

Sehingga secara SOP atau manajemen Covid-19, pihak rumah sakit tetap merawat Syahrir sampai hasil tes swabnya negatif baru bisa meninggalkan rumah sakit.

"Kami menduga karena terima informasi itu Syahrir tidak nyaman sehingga kembali melarikan diri dari rumah sakit," jelasnya di Palu, Kamis (2/7).

Herry menyebutkan, pelarian Syahrir dari ruang isolasi RSU Anutapura sudah dua kali dilakukan. Sebelumnya Syahrir juga pernah kabur saat pertama kali dinyatakan positif terjangkit korona di awal Juni lalu.  "Lalu dia kabur terus ditemukan dan dimasukkan kembali ke ruang isolasi,' ungkap Herry.

Setelah menerima informasi masih positif memang membuat Syahrir tidak nyaman. Terlebih beberapa hari sebelumnya ia mempertanyakan kepada pihak rumah sakit kenapa ia belum bisa pulang.

Pasalnya, Syahrir merasa tubuhnya baik-baik saja. Namun menurut dokter ia masih harus menjalani perawatan. Keingginan Syahrir cepat pulang, diketahui karena rindu ingin melihat anaknya dan bertemu keluarganya di Kabupaten Takalar.

"Syahrir mengaku sudah sembuh padahal menurut tim dokter belum, karena harus melalui tes swab lagi hingga benar-benar negatif, baru bisa diberikan izin pulang," ujar Herry.

Terkait kaburnya Syahrir, pihak rumah sakit sudah melaporkan ke pihak berwajib dengan harapan Syahrir bisa ditemukan kembali. "Ini bahaya karena Syahrir masih positif. Kita tidak ingin dia menjadi penyebar virus ke orang lain," tandas Herry.

Syahrir merupakan buruh lepas di proyek pembongkaran Masjid Agung Palu. Ia datang dari Kabupatena Takalar dan berkerja di Palu sejak akhir Mei lalu. Awal Juni, Syahrir sakit kemudian menjalani pemeriksaan dan dinyatakan positif tertular korona.

Dari hasil itu ia kemudian menjalani perawatan di ruang isolasi, namun baru beberapa hari dirawat ia melarikan diri karena merasa tidak nyaman di rumah sakit.

Berselang beberapa hari, Syahrir pun ditemukan di area pembongkaran Masjid Agung lalu kembali dirawat di ruang isolasi hingga akhirnya kabur dan sampai saat ini belum ditemukan. (OL-13)

Baca Juga: Pasien Covid-19 Kabur Naik KRL ke Rangkasbitung

Baca Juga

MI/Widjajadi

Takbir Keliling Terjadi di Kawasan Dalam Benteng Keraton Surakarta

👤Widjajadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 00:06 WIB
Usai salat tarawih, Rabu (12/5), jemaah masjid di kawasan permukiman Baluwarti yang berada di dalam benteng Keraton Surakarta melakukan...
ANTARA/Raisan Al Farisi

Sengketa Ketenagakerjaan, PT Masterindo Jaya Abadi Ajukan Kasasi

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 12 Mei 2021, 22:55 WIB
Perusahaan sudah mengajukan kasasi ke MA karena ada diktum yang tak...
Antara

Jelang Lebaran, 431 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:36 WIB
Hingga Selasa (11/05), tercatat total 519 kendaraan yang diputarbalikan dari 3.840 kendaraan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya