Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Tasikmalaya, Jawa Barat belum memenuhi syarat untuk memberlakukan fase kenormalan baru atau new normal. Sebab belum sesuai ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Hj Nurhayati Monoarfa, mengatakan, pihaknya menilai Kota Tasikmalaya belum layak untuk memasuki fase kenormalan baru karena ada ketentuan mendasar terutamanya persyaratan sesuai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Namun, beberapa persyaratan yang diperlukan antara lain angka kasus Covid-19, di wilayah sudah di bawah 1 persen dari jumlah penduduk. Kedua yang harus disiapkan sekarang antara lainnya, ketersediaan tempat tidur dan tenaga medis di daerah tersebut untuk orang sakit dan jika melihat ketentuan WHO seharusnya setiap 1.000 penduduk minimal tersedia 217 tempat tidur untuk orang sakit.
"Kalau belum memenuhi persyaratan, belum boleh pelonggaran PSBB atau new normal dan jika terjadi gelombang kedua, dikhawatirkan layanan kesehatan tidak sanggup menangani pasien yang dirawat dan semua itu harus dipertimbangkan kembali terutamanya dalam mengambil kebijakan," kata dia, Sabtu (6/6) di Tasikmalaya.
Nurhayati mengatakan, penelusuran (tracing) kasus harus dilakukannya secara massif dan tentu sesuai pada aturan WHO karena satu dari 1.000 orang di suatu wilayah harus dites setiap minggu. Dengan jumlah penduduk Tasikmalaya sebanyak 900 ribu jiwa setidaknya sudah 10 ribu jiwa yang di rapid test atau tes swab dalam 12 minggu wabah Covid-19.
"Nyatanya Kota Tasikmalaya baru ada 130 tes swab yang menemukan 23 orang positif Covid-19. Padahal minimal harus ada 460 tes swab, jadi Kota Tasikmalaya belum layak untuk new normal," ujarnya.
Pihaknya menghimbau, Pemkot Tasikmalaya tidak secepatnya melakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memasuki fase kenormalan baru. Dengan pertimbangan dikhawatirkan akan terjadi ledakan kasus baru di sana.
"Saya mengingatkan yang berhak memberikan pelonggaran PSBB bukan pemda, tetapi pusat melalui Kemenkes berdasarkan UU Karantina Kesehatan dan peraturan itu tentu harus dipertimbangkan secara matang supaya tidak terjadi gelombang kedua," imbaunya. (OL-13)
Di jalur Kadungora sistem one way diberlakukan dua kali, masing-masing pukul 08.45 hingga 09.00 WIB dan 09.40 hingga 10.00 WIB, dengan titik pending di Jalan Baru Kadungora
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, arus mudik jalur arteri nasional dari arah Jawa Barat menuju Jawa Tengah memasuki H-6 belum ada volume peningkatan
Kendaraan yang terlanjur beroperasi dan telah masuk wilayah Tasikmalaya, supaya masuk ke kantong-kantong parkir yang disiapkan di Rajapolah, Jamanis dan Ciawi.
Rumah Sakit (RS) Jasa Kartini Tasikmalaya merayakan hari jadinya yang ke-29 dengan mempertegas posisinya sebagai pionir layanan kesehatan swasta di Priangan Timur.
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved