Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI padi di sejumlah persawahan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mensiasati krisis air saat kemarau dengan menanam bawang merah dan palawija.
"Musim tanam kedua tahun ini, petani tidak menanam padi, tetapi menanam bawang merah dan palawija," kata kata Impo, petani di Persawahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (28/5).
Jika menanam padi, ancaman gagal panen sangat besar karena persawahan Oesao hanya mengharapkan air hujan untuk mengairi tanaman pertanian. "Kalau tanam palawija, masih ada air di sumur," katanya.
Biasanya menurut Dia, persediaan air di sumur hanya mempu bertahan sampai puncak kemarau yakni September hingga November. Karena itu, saat ini petani setempat mulai mengolah lahan untuk menanam. Adapun Impo sudah menanam bawang merah pada areal persawahannya seluas 0,5 hektare.
Selain bawang, petani setempat juga menanam jagung, terung, kacang panjang, dan singkong. "Beberapa petani masih mengolah lahan, tetapi sebagian besar sudah menanam," ujarnya.
Dengan mensiasati tanaman, petani setempat memastikan tetap panen dalam beberapa bulan ke depan. Impo mengaku memilih menanam bawang merah karena saat ini harga komoditas tersebut masih tinggi yakni Rp25 ribu per kilogram. "Kami harapkan saat panen raya nanti harga bawang tidak jatuh," katanya. Biasanya pada panen raya, tambah Dia, harga bawang merah anjlok sampai Rp10 ribu per kilogram.
Lain halnya di Persawahan Oepoi di Kota Kupang, hanya sebagian kecil yang terlihat mengolah lahan, itu pun hanya dua tanaman yang diusahkan petani yakni sawi dan kangkung. "Air tidak cukup mengairi tanaman padi. Kalau untuk tanaman sayuran cukup," kata Soleman Buifena, petani setempat.
Petani tersebut mengolah lahan 50 meter persegi untuk menanam sawi dan kangkung untuk dijual ke pasar dan juga kebutuhan di rumah. "Untuk kebutuhan sayur di rumah cukup dari kebun ini. Saya juga jual untuk kebutuhan sehari-hari," katanya (OL-13)
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kepuh, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, harga cabai merah kini sudah mencapai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung jenis
Tanaman ini termasuk dalam keluarga yang sama dengan bawang putih dan daun bawang. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah umbinya, yang memiliki rasa khas
Titiek didampingi Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved