Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya kembali membuka dua puskesmas di wilayahnya untuk beroperasi melayani masyarakat setelah sebelumnya ditutup. Puskesmas itu ditutup lantaran ada perawat dan petugas yang terindikasi terpapar Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uue Supangat mengatakan, dua puskesmas yang sempat dihentikan pelayanan tersebut yakni Puskesmas Tamansari di Kecamatan Tamansari dan Puskesmas Cigeureung di Kecamatan Cipedes. Namun, dua puskesmas itu sudah kembali beroperasi, setelah petugas medis yang diduga terindikasi terpapar Covid-19 dipastikan negatif melalui hasil polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab.
"Sebelumnya, petugas dan perawat berada di dua puskesmas tersebut tutup dan pelayanan dipindahkan ke puskesmas lainnya. Namun, para petugas setelah dites swab hasilnya negatif artinya pelayanan bisa kembali beraktivitas seperti biasa melayani warganya," katanya, Minggu (24/5/2020).
Baca Juga: Empat Pegawai Puskesmas di Tasikmalaya Positif Korona
Sebelumnya, Dinas Kesehatan melakukan penutupan Puskesmas Tamansari pada Senin (18/5) lantaran terdapat empat orang petugas medis terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil uji cepat (rapid test). Setelah itu, Puskesmas Cigeureung di Kecamatan Cipedes, ikut ditutup setelah ada lima petugas medis dinyatakan positif melalui rapid test, pada Kamis (21/5).
"Layanan puskesmas kembali dibuka Jumat (22/5) karena petugas yang telah terindikasi terpapar Covid-19 dipastikan negatif melalui test swab. Sementara Puskesmas Cigeureung dibuka kembali Sabtu (23/5), karena petugas yang terindikasi terpapar Covid-19 dipastikan negatif melalui hasil tes swab dan pelayanan bisa menangani 100%," ujarnya.
Baca Juga: PSBB Berdampak Landainya Kasus Korona di Tasikmalaya
Menurutnya, untuk memastikan hasil rapid tes Dinas Kesehatan langsung bergerak cepat untuk melakukan tes swab kekhususan untuk tenaga medis dan hasilnya dapat diketahuinya dengan cepat. Namun, sekarang semua sudah kembali beraktivitas dan tidak lagi melakukan isolasi karena para petugas sendiri selama ini sudah menunjukkan mereka negatif Covid-19.
"Alhamdulillah hasilnya negatif semua. Saya juga langsung lapor ke pimpinan daerah untuk membuka kembali layanan hingga langsung disetujui. Karena, hasil PCR yang dilakukan selama itu merupakan diagnosis pasti untuk menentukan seseorang negatif atau positif Covid-19 dan tidak ada alasan mempercayai hasil tes tersebut," pungkasnya. (Kristiadi/AD/OL-10)
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
BAYANGKAN di suatu pagi di sebuah puskesmas, antrean sudah mengular sejak matahari belum tinggi.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat saat ini ada 10.300 puskesmas di Indonesia, jumlah tersebut termasuk 2.652 yang kategori puskesmas terpencil dan sangat terpencil.
Sandi mengungkapkan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan materi yang beragam.
Ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19.
Munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.
Saat ini, kelima pasien tersebut hanya bergejala ringan. Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bupati memastikan terpaparnya warga tersebut saat yang bersangkutan berada di luar daerah.
Galeri menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar, namun tetap waspada menghindari penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved