Kamis 14 Mei 2020, 05:43 WIB

350 Huntap di Palu Sudah Tersambung Air Bersih

Antara | Nusantara
350 Huntap di Palu Sudah Tersambung Air Bersih

ANTARA FOTO: MOHAMAD HAMZAH
Hunian sementara dari ACT untuk warga Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi.

 

SEKITAR 350 hunian tetap korban bencana di lokasi relokasi satu Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah telah tersambung sumber air bersih.
  
"Pekan ini kami menargetkan lagi sekitar 500 hunian bisa tersambung air bersih sebagai kebutuhan dasar penyintas saat mereka menempati huntap nanti," kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulteng Ferdinand Kano Lo di Palu, Kamis, (14/5) dini hari.
  
Sarana air bersih yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu menyasar huntap yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi dan huntap bantuan rakyat Brunei Darusalam dan Pemerintah Filipina melalui AHA Center. Saat ini hunian di lokasi huntap satu Kelurahan Tondo yang sudah rampung sebanyak 738 unit untuk tempat tinggal baru warga penyintas bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di ibu kota Sulteng.
  
"Kami telah berupaya memenuhi fasilitas air bersih di huntap tersebut, kami harap langkah-langkah ini ke depan tidak ada kendala," kata Ferdinand.
  
Wali Kota Palu Hidayat mengemukakan warga penyintas sudah ingin menempati huntap itu meskipun penyambungan fasilitas air bersih oleh Balai Prasarana Pemukiman belum sepenuhnya rampung. Wali Kota memaparkan, di lokasi huntap satu Tondo telah dilengkapi meteran listrik di masing-masing hunian, penerangan jalan umum, termasuk trotoar jalan lingkungan dan drainase.
  
"Beberapa waktu lalu saya bertemu warga penyintas di hunian sementara (huntara) Kompas Tondo, mereka meminta supaya bisa diberikan kunci huntap agar hunian itu bisa di jaga meskipun belum semua tersambung air bersih," ujar Hidayat.
  
Menurut wali kota, jika semua sarana sudah rampung barulah selanjutnya diserahkan kepada mereka yang sudah terdaftar sesuai hasil verifikasi Yayasan Buddha Zhu Chi.  Dari hasil rapat koordinasi antara Pemkot Palu bersama Yayasan Buddha Zhu Chi dan BP2W Sulteng, disepakati sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) menempati hunian itu untuk tahap awal khususnya di Blok P sesuai data yang diserahkan Buddha Tzu Chi kepada Pemkot Palu beberapa waktu lalu.

baca juga: Wanagama Ditawarkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Rencananya, penyerahan huntap tersebut kepada warga penyintas sebagai perdana, di mulai hari Senin (18/5).

"Jika situasi di lapangan bisa memungkinkan, kita akan masukan lagi di hari berikutnya mengingat Hari Raya Idul Fitri sudah dekat," kata Hidayat. (OL-3)

Baca Juga

MI/Widjajadi

Takbir Keliling Terjadi di Kawasan Dalam Benteng Keraton Surakarta

👤Widjajadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 00:06 WIB
Usai salat tarawih, Rabu (12/5), jemaah masjid di kawasan permukiman Baluwarti yang berada di dalam benteng Keraton Surakarta melakukan...
ANTARA/Raisan Al Farisi

Sengketa Ketenagakerjaan, PT Masterindo Jaya Abadi Ajukan Kasasi

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 12 Mei 2021, 22:55 WIB
Perusahaan sudah mengajukan kasasi ke MA karena ada diktum yang tak...
Antara

Jelang Lebaran, 431 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:36 WIB
Hingga Selasa (11/05), tercatat total 519 kendaraan yang diputarbalikan dari 3.840 kendaraan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya