Rabu 13 Mei 2020, 18:21 WIB

Petani jadi Profesi Baru Pelaku Pariwisata di Aceh

Antara | Nusantara
Petani jadi Profesi Baru Pelaku Pariwisata di Aceh

Antara
Kisswoyo didampingi anaknya melakoni pekerjaan barunya sebagai petani, setelah usaha pariwisatanya terdampak Covid-19, di Aceh Besar.

 

KALANGAN pelaku pariwisata di Provinsi Aceh beralih profesi menjadi petani karena usaha mereka terhenti akibat dampak pandemi Covid-19.

Kisswoyo, pemilih Travel Aceh, yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (13/5), mengatakan dirinya terpaksa beralih profesi menjadi petani karena tidak ada kegiatan usaha lainnya yang bisa menopang perekonomian keluarga.

"Saat ini kondisi pariwisata lumpuh total. Tidak hanya di Aceh, tetapi juga hampir di seluruh dunia. Untuk menopang hidup, terpaksa beralih menjadi petani," ungkap Kisswoyo.

Kisswoyo mengaku mulai menggarap tanah miliknya yang selama ini ditelantarkan menjadi lahan bercocok tanam. Beberapa jenis tanam yang dikembangkan di antara jahe, terong, melon, dan cabai.

Kisswoyo yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh berharap pandemi virus Corona yang dikenal dengan nama Covid-19 berakhir dan sektor pariwisata kembali bergairah.

"Kegiatan bercocok tanam ini tetap saya pertahankan setelah pandemi Covid-19 dan akan menjadi usaha sampingan. Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pikir bahwa pertanian tidak boleh ditinggalkan," kata Kisswoyo.

Alih profesi jadi petani juga dilakukan Faisal. Sekretaris ASPPI Aceh ini yang sebelumnya sering membawa wisatawan berkeliling Aceh, kini mengalihkan kegiatan sehari-harinya sebagai petani.

"Banyak pelaku pariwisata di Aceh beralih profesi sebagai petani karena pandemi Covid-19. Saya beralih menjadi petani karena tidak ada kegiatan lain," kata Faisal menyebutkan.

Faisal mengatakan lahan tani yang digarapnya sekitar 3.000 ribu meter persegi. Lahan tersebut ditanami jahe serta sayuran untuk dikonsumsi sehar-hari.

"Selain tanam jahe, saya juga mengembangkan bercocok tanam dengan hidroponik. Saya akan pertahankan usaha tani ini setelah pandemi Covid-19. Paling tidak, kegiatan pertanian ini bisa menjadi usaha sampingan ke depannya," kata Faisal.  (OL-12)

Baca Juga

DOK MI

Minimalisasi Lonjakan DBD, Pemkot Denpasar Gencarkan PSN 4M Plus

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:17 WIB
MENGANTISIPASI lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) dan populasi nyamuk Aedes Aegypti di musim pancaroba, Pemkot Denpasar...
DOK Pemkab Purbalingga.

Gula Kelapa Organik Asal Purbalingga Diekspor di Malaysia

👤Lilik Darmawan 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:13 WIB
GULA kelapa organik asal Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) diekspor ke Malaysia dan diberangkatkan, Rabu...
ANTARA/Aswaddy Hamid

45 PMI dan 13 TKA Ilegal akan Menyeberang ke Malaysia Ditangkap di Dumai

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 19:55 WIB
Sebanyak 45 orang merupakan Pekerja Imigran Indonesia (PMI) yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, 12 orang merupakan WNA asal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya