Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah petani di Persawahan Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) beralih menanam sayuran di areal persawahan mereka.
Petani memilih mengembangkan sayuran lantaran krisis air akibat kemarau yang menyebabkan pasokan air ke persawahan berkurang. "Air tidak cukup mengairi tanaman padi. Kalau untuk tanaman sayuran cukup," kata Soleman Buifena, petani, Selasa (5/5).
Solemen memiliki areal persawahan sekitar 100 meter persegi. Namun, ia hanya mengolah setengah dari luas lahan tersebut karena keterbatasan air. Kini, di lahan tersebut, ada empat petak sawi dan kangkung yang siap dipanen.
"Nanti, saya lihat kondisi airnya. Kalau masih cukup tambah lagi satu atau dua petak," ujarnya.
Baca juga: Nekat Balapan Liar Puluhan Remaja Diamankan Pecalang
Dengan menanam sayuran, Soleman mengaku kebutuhan sayuran di rumah terpenuhi. "Pendapatan dari menjual sayuran kepada pedagang perantara cukup untuk memenuhi kebutuhan saya bersama istri dan dua anak," jelasnya.
Dia juga mengaku beruntung karena areal persawahannya terletak di sisi got yang airnya masih mengalir. Bagi petani yang letak persawahannya jauh dari got, bakal kesulitan memperoleh air. Oleh karena itu, lebih dari separuh areal persawahan di Oepoi tidak diolah pada musim hujan dan hujan musim kemarau saat ini.
Menurutnya, air pada musim hujan juga terbatas. Hanya petani tertentu yang menanam padi. Bernadus Laya, petani, adalah satu di antaranya. "Saya menanam padi karena ada sumur air minum. Kalau air hujan kurang, air bisa dipasok dari sumur," ujarnya.
Menurut Bernadus, banyak petani di Persawahan Oepoi tidak menanam, karena curah hujan rendah berpengaruh terhadap
ketersediaan air. (OL-14)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved