Sabtu 02 Mei 2020, 16:06 WIB

Mau Perpanjang PSBB, Gubernur Sumbar Pastikan Sanksi lebih Tegas

Yose Hendra | Nusantara
Mau Perpanjang PSBB, Gubernur Sumbar Pastikan Sanksi lebih Tegas

Antara
Petugas memeriksa kendaraan yang akan memasuki Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (27/4).

 

GUBERNUR Sumatra Barat Irwan Prayitno menyebutkan ada kemungkinan  penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang dengan  peraturan yang akan lebih ketat.

Menurut Irwan, pelaksanaan PSBB di wilayah Sumbar kemungkinan akan  diperpanjang. Tapi, itu perlu kajian lebih mendalam sebelum ditetapkan.

"Kemungkinan PSBB akan menerapkan sanksi lebih tegas. Kita tunggu saja keputusan 5 Mei mendatang," ujarnya seusai rapat terbatas bersama bupati dan wali kota se-Sumbar via videoconference di Padang, Sabtu (2/5).

Baca juga: 7.632 Karyawan di Sumsel Di-PHK dan Dirumahkan karena Korona

Agenda rapat itu adalah evaluasi PSBB yang telah diterapkan sejak 22 April 2020.

Jika memang diperpanjang, jelas Irwan, tentu penekanan lebih kepada penindakan hukum yang humanis dan berefek jera bagi pelanggar.

Diakuinya, PSBB tahap pertama hanya lebih fokus edukasi, sosialiasi dan penyebaran informasi terhadap masyarakat.

Baca juga: Gubernur Ganjar Jadi Influencer Gratisan Bantu Warga Jualan

Selain itu, perlu peningkatan pengawasan dan pengamanan di setiap perbatasan, termasuk di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman.

"Untuk PSBB tahap kedua ini diharapkan lebih ketat lagi dan membuat masyarakat lebih disiplin lagi dalam penerapan PSBB," pungkasnya.

Sementara itu, sebagian besar kasus positif korona (covid-19) yang diperiksa di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) berasal dari orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Bila Sumbar lebih cepat mendeteksi kasus seperti ini, upaya memutus mata rantai penularan akan lebih cepat dilakukan.

"Bahwa peningkatan kasus tidak selalu berkorelasi dengan semakin jelek. Ada kala peningkatan kasus berkorelasi dengan hal yang baik. Seperti kasus sekarang di Sumbar," ujar Kepala Laboratorium Andani Eka Putra.

Andani merincikan, dari 3.100 sampel spesimen korona yang telah diperiksa, 80% di antaranya sampel berasal dari OTG dan ODP. Sementara 20%-nya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP).

Bahkan, katanya, dari 20% sampel spesimen PDP yang diperiksa, hanya 30% di antaranya yang dinyatakan positif. Kasus positif selebihnya, berasal dari OTG dan ODP yang telah berhasil diidentifikasi serta di-tracking.

Ia mengungkapkan, kondisi menjadi buruk apabila kasus positif yang ditemukan banyak berasal dari PDP. Namun nyatanya, hal tersebut tidak terjadi di Sumbar.

"Coba bayangkan sekarang, ada 23 orang semua itu OTG dan ODP. Kalau misalnya mereka tidak diperiksa atau tidak terdeteksi, kira-kira berapa orang yang terinfeksi," tukasnya. (X-15)

Baca Juga

Antara/Adiwinata Solihin

Lapas Kendari Berdayakan Narapidana untuk Kembangkan Pertanian Hidroponik

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:26 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari, Sulawesi Tenggara, memberdayakan narapidana dalam pengembangan pertanian tanaman...
MI/Dwi Apriani

Panglima TNI Tinjau Pelaksanaan Latihan Puncak Super Garuda Shield

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:23 WIB
PANGLIMA TNI Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Panglima Komando Indo Pasifik Admiral John C Aquilino meninjau pelaksanaan latihan puncak...
dok.ist

Ganjar Didoakan Ribuan Santri di Pemekasan untuk Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:20 WIB
TAK kurang dari 2.000 santri yang tergabung dalam Santri Dukung Ganjar Jawa Timur ikut serta dalam gebyar salawat dan doa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya