Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DEKRANASDA (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Yogyakarta memperkirakan setidaknya 70% anggotanya yang kebanyakan adalah
pelaku usaha mikro, kecil dan menengah terdampak pandemi Covid-19.
Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta Ana Haryadi, Sabtu (25/4), di Yogyakarta, mengatakan dampak yang paling terasa adalah usaha mereka tidak bisa dijalankan.
"Yang paling terdampak adalah pelaku usaha di bidang fesyen seperti batik dan kerajinan tangan karena pasar utamanya adalah wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta," ujarnya.
Baca juga: 1,8 Juta Warga Jateng Terima JPS Covid-19
Ana menjelaskan, karena sektor pariwisata terdampak dan bahkan hampir tidak ada wisatawan yang datang, sektor UMKM menerima pukulan pertama yang sangat berat.
Di sisi lain, ujarnya, UMKM juga memiliki keandalan menghadapi situasi. Ia menambahkan, UMKM cepat beradaptasi dengan situasi dan kesulitan yang dihadapi dan dengan cepat akan mencari peluang usaha.
"Salah satunya mengalihkan jenis produk yang diproduksi sesuai permintaan pasar," katanya.
Ia kemudian menyontohkan, pelaku usaha pembuatan busana atau penjahit batik kini banyak yang beralih menjadi pembuat masker kain yang banyak diminati pasar.
"Ada pula yang kemudian mengalihkan kegiatan dengan membuat pakaian yang santai dan nyaman untuk bekerja di rumah karena adanya work from home," katanya.
Sedangkan usaha kuliner, banyak yang kemudian melayani penjualan daring dan bahkan bahan masakan lengkap.
Peralihan produksi tersebut, katanya, mampu membantu pelaku UMKM untuk tetap bertahan di tengah kondisi yang serba sulit.
Istri Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti itu pun kemudian mengungkapkan cara pemasarannya pun berubah dan kini banyak memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi baik melalui WA ataupun aplikasi media sosial lainnya.
"Adaptasi para pelaku UMKM ini patut diapresiasi," katanya.
Bidang Usaha Kecil Mikro Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Rihari Wulandari mengatakan dalam menghadapi pandemi covid-19 diperlukan inovasi dari pelaku usaha.
"Inovasi yang banyak dilakukan adalah mengalihkan produksi dengan memproduksi barang yang dibutuhkan pasar, seperti masker kain dan
inovasi pemasaran. Banyak pelaku usaha yang kini mulai belajar pemasaran secara daring," katanya.
Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 24 ribu pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, dengan sekitar 6 ribu di antaranya sudah mengantongi izin usaha mikro. (OL-1)
HARGA pangan di Yogyakarta di momen awal puasa Ramadan 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Dari hasil pemantauan, beberapa harga komoditas masih tinggi dan membuat warga khawatir.
Nikmati Ramadan di Kotta GO Yogyakarta dengan promo 40 Hours Stay dan paket buka puasa Iftar Nusantara di Piyama Cafe. Hotel & Resto #1 di TripAdvisor!
BHR DIY sebut hilal awal Ramadan 1447 H di Yogyakarta mustahil terlihat Selasa (17/2) karena posisi minus 1,5 derajat di bawah ufuk. Cek hasil lengkapnya.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
Jika Anda memiliki rencana untuk menikmati buka puasa di Yogyakarta, Novotel & ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menjadi pilihan yang sangat menarik dan tak boleh dilewatkan.
Dinkes Kota Yogyakarta mengoptimalkan proses pemulihan kepesertaan Program PBI-JKN yang sempat dinonaktifkan.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved