Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum mengusulkan dilaksanakannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebab hingga saat ini Kabupaten Cianjur masih berada pada zona hijau Covid-19.
Pelaksana Tugas Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan hingga saat ini pemkab belum mengajukan sama sekali dilakukannya PSBB. Herman akan mendukung seandainya Pemprov Jabar melakukan PSBB di seluruh wilayah.
"Sempat kami bahas. Sampai saat ini kami (Pemkab Cianjur) belum pernah mengajukan (PSBB) karena masih berada pada zona hijau. Kami tidak mengajukan," terang Herman seusai menghadiri kegiatan pemusnahan ribuan botol miras dan obat-obatan terlarang di halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Cianjur, Jumat (17/4).
Beberapa daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur sudah menerapkan PSBB, seperti Kota dan Kabupaten Bogor. Dalam waktu dekat, PSBB juga akan dilaksanakan di wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi).
"Tapi kami mendukung pak Gubernur kalau PSBB dilaksanakan semuanya di Jawa Barat. Kita ingin sehat. Jangan sampai kita (Cianjur) di zona hijau, banyak warga dari zona merah datang ke sini. Ini berbahaya," jelas Herman.
Herman menyebut kondisi Kabupaten Cianjur yang dinyatakan masih berada pada zona hijau tak terlepas kesadaran masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Selain itu, Herman juga meyakini kondisi tersebut tak terlepas dipengaruhi letak geografis Kabupaten Cianjur.
"Kesadaran masyarakat meningkat untuk melaksanakan anjuran-anjuran pemerintah," tegas Herman.
Untuk menjaga agar Cianjur tetap berada pada zona hijau, lanjur Herman, dilaksanakan berbagai pengetatan di berbagai titik perbatasan dengan wilayah terdekat. Setiap pemudik warga Cianjur dari luar daerah dicatat berdasarkan data nama dan alamat.
"Hingga saat ini jumlah pemudik by name by address sekitar 21 ribu," terangnya.
Herman pun mengatakan meskipun Kabupaten Cianjur masih berada pada zona hijau, tetapi dampaknya tetap dirasakan hampir di semua sektor. Agar roda perekonomian masyarakat Kabupaten Cianjur tetap berjalan normal, Herman mengaku satu di antara sektor yang diperhatikan yakni pelaku
UMKM.
"Kita berdayakan UMKM agar membuat masker. Kita memesan masker hampir 70 ribu buah kepada para pelaku UMKM sektor konveksi. Masker ini insya allah akan kami bagikan kepada masyarakat sebelum Puasa nanti," tuturnya.
Sektor lain yang cukup terimbas pandemi Covid-19 di Kabupaten Cianjur yakni industri. Herman menyebutkan sejumlah pabrik mulai mengurangi jumlah karyawannya alias dirumahkan.
"Untuk datanya masih dalam pendataan. Tapi, walaupun ada pengurangan karyawan, sejumlah pabrik masih beroperasi dengan memerhatikan protokol kesehatan," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Bantu Cegah Covid-19, Apjati Sumbang Kemenaker 50 Thermometer Gun
Baca Juga: Kasus DBD di Jakpus Meningkat, Warga Diimbau PSN Mandiri
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved