Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pemkab Cianjur Belum Berniat Ajukan PSBB

Benny Bastiandy
17/4/2020 14:50
Pemkab Cianjur Belum Berniat Ajukan PSBB
Pemberlakukan PSBB di Kota Bogor.(Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum mengusulkan dilaksanakannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).  Sebab hingga saat ini Kabupaten Cianjur masih berada pada zona hijau Covid-19.

Pelaksana Tugas Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan hingga saat ini pemkab belum mengajukan sama sekali dilakukannya PSBB.  Herman akan mendukung seandainya Pemprov Jabar melakukan PSBB di seluruh wilayah.

"Sempat kami bahas. Sampai saat ini kami (Pemkab Cianjur) belum pernah mengajukan (PSBB) karena masih berada pada zona hijau. Kami tidak mengajukan," terang Herman seusai menghadiri kegiatan pemusnahan ribuan botol miras dan obat-obatan terlarang di halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Cianjur, Jumat (17/4).

Beberapa daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur sudah menerapkan PSBB, seperti Kota dan Kabupaten Bogor. Dalam waktu dekat, PSBB juga akan dilaksanakan di wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi).

"Tapi kami mendukung pak Gubernur kalau PSBB dilaksanakan semuanya di Jawa Barat. Kita ingin sehat. Jangan sampai kita (Cianjur) di zona hijau, banyak warga dari zona merah datang ke sini. Ini berbahaya," jelas Herman.

Herman menyebut kondisi Kabupaten Cianjur yang dinyatakan masih berada pada zona hijau tak terlepas kesadaran masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Selain itu, Herman juga meyakini kondisi tersebut tak terlepas dipengaruhi letak geografis Kabupaten Cianjur.

"Kesadaran masyarakat meningkat untuk melaksanakan anjuran-anjuran pemerintah," tegas Herman.

Untuk menjaga agar Cianjur tetap berada pada zona hijau, lanjur Herman, dilaksanakan berbagai pengetatan di berbagai titik perbatasan dengan wilayah terdekat. Setiap pemudik warga Cianjur dari luar daerah dicatat berdasarkan data nama dan alamat.

"Hingga saat ini jumlah pemudik by name by address sekitar 21 ribu," terangnya.

Herman pun mengatakan meskipun Kabupaten Cianjur masih berada pada zona hijau, tetapi dampaknya tetap dirasakan hampir di semua sektor. Agar roda perekonomian masyarakat Kabupaten Cianjur tetap berjalan normal, Herman mengaku satu di antara sektor yang diperhatikan yakni pelaku
UMKM.

"Kita berdayakan UMKM agar membuat masker. Kita memesan masker hampir 70 ribu buah kepada para pelaku UMKM sektor konveksi. Masker ini insya allah akan kami bagikan kepada masyarakat sebelum Puasa nanti," tuturnya.

Sektor lain yang cukup terimbas pandemi Covid-19 di Kabupaten Cianjur yakni industri. Herman menyebutkan sejumlah pabrik mulai mengurangi jumlah karyawannya alias dirumahkan.

"Untuk datanya masih dalam pendataan. Tapi, walaupun ada pengurangan karyawan, sejumlah pabrik masih beroperasi dengan memerhatikan protokol kesehatan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Bantu Cegah Covid-19, Apjati Sumbang Kemenaker 50 Thermometer Gun

Baca Juga: Kasus DBD di Jakpus Meningkat, Warga Diimbau PSN Mandiri



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya