Kamis 16 April 2020, 08:40 WIB

Sekda Bali Minta Jangan Ada Diskriminasi Turis karena Covid-19

Arnoldus Dhae | Nusantara
Sekda Bali Minta Jangan Ada Diskriminasi Turis  karena Covid-19

MI/Arnoldus Dhae
Sekda Bali selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

 

SEKDA Bali yang juga selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan persoalan covid-19 di Bali jangan sampai dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap orang asing di Bali. Baik itu wisatawan maupun orang asing yang sudah lama menetap di Bali.

Penjelasan Dewa Indra ini menjawab pertanyaan masyarakat yang menemukan warga asing di Bali tidak memakai masker sesuai protokol covid-19. Mereka juga tidak mengikuti arahan social distancing, physical distancing, termasuk memasuki kawasan wisata. Bahkan mereka tetap mengunjungi pusat keramaian. Bahkan laporan masyarakat menyebutkan di kawasan Canggu, Bali sekelompok orang asing menggelar pesta.

Menurut Dewa Indra, tidak ada satu pun regulasi untuk memulangkan wisatawan atau orang asing yang melakukan pelanggaran protokol covid-19 di satu sisi. Dan di sisi lain, aparat penegak hukum tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap orang asing di Bali. 

"Misalnya bila ditemukan orang asing keluar di jalanan tidak mengenakan masker maka harus ditegur, kalau melawan tetap harus ditindak. Dalam hal ini perlu ada perlakuan sama baik orang lokal maupun orang asing atau ekspatriat. Jangan ada diskriminasi. Saya minta aparat bertindak tegas," ujarnya di Denpasar, Kamis (16/4).

Ia mengatakan, desakan untuk memulangkan orang asing karena melanggar protokol covid-19 sangat tidak beralasan. Dari data di lapangan menunjukkan, ada banyak orang asing yang diizinkan memperpanjang izin tingggal di Bali. Orang asing sudah di Bali sebelum wabah korona. Sejauh tidak melanggar UU Keimigrasian atau kejahatan kriminal lainnya, maka pemerintah tidak bisa memulangkan orang asing yang ada di Bali. Pemprov Bali hanya bisa memberikan teguran, mengedukasi, melakukan sosialisasi dan sebagainya. 

baca juga: Gubernur Jabar Rencanakan Tes Masif Covid-19

"Kalau orang asing tidak menggunakan masker, mari kita bersama-sama mengajari mereka, mendisiplinkan mereka. Kalau mereka ada di desa-desa, di vila-vila, maka tugas aparat desa setempat yang melakukan pengawasan. Kalau mereka berada di jalan raya, memakai motor tidak menggunakan masker, tidak menggunakan helm, maka ini sudah menjadi ranah kepolisian untuk menegurnya. Dalam situasi seperti ini tidak ada diskriminasi di Bali," ujarnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/VOUCKE LONTAAN

Polda Sulawesi Utara Gelar Operasi Zebra 2022 Menjaring Pelanggar Aturan Lalu Lintas

👤Voucke Lontaan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:50 WIB
Operasi dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan preventif, edukatif dan persuasif serta...
dok.pribadi

MRP dan DPRP Diminta Fasilitasi Pertemuan Para Tokoh Papua untuk Redam Reaksi Pendukung LE

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 13:32 WIB
Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) diminta mencari jalan tengah guna mengatasi persoalan yang sedang...
MI/Haryanto

Ganjar Pamer Bangun 9 Fly Over dan Underpass di Jateng

👤Haryanto 🕔Senin 03 Oktober 2022, 13:10 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sukses menginsiasi pembangunan sembilan fly over dan underpass. Terbaru, fly over Ganefo di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya