Selasa 14 April 2020, 11:37 WIB

Awak KM Lambelu Batal Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Lina Herlina | Nusantara
 Awak KM Lambelu Batal Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Istimewa
Polisi berjaga di depan KM Lambelu yang bersandar di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Selasa (14/4/2020).

 

PADA hari Senin (13/4) PT Pelayaran Indonesia (Pelni), Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta semua awak kapal motor (KM) Lambelu menjalani isolasi mandiri di atas kapal, dengan jarak dua mil dari darat. Isolasi mandiri ini diawasi ketat oleh otoritas pelabuhan dan kantor kesehatan pelabuhan di Makassar. Dan pada hari ini, Selasa (14/4) kapal berisi 141 awak, dan 26 orang di antaranya positif virus korona ternyata bersandar di Pelabuhan Petu Kemas Makassar. Awak kapal batal menjalani pemeriksaan kesehatan di atas kapal. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Laut (Kabid Lala) Otoritas Pelabuhan Makassar, Sirajuddin menjelaskan, jika kapal tersebut bersandar setelah dilakukan rapat bersama semua pihak, utamanya ketua gugus Covid-19.

"Kapal tersebut melakukan pengisian BBM, air tawar, suplai logistik. Dan lebih penting lagi, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), juga dinkes akan melakukan pemeriksaan lanjutan bagi awak kapal," ungkap Sirajuddin.

Terkait informasi periksaan awak kapal dipindah ke rumah sakit, ia membatah. Menurutnya sudah ada posko pengawasan di depan kapal, dari otoritas pelabuhan, kepolisian dan TNI, Dinas Perhubungan, untuk memastikan tidak ada awak kapal yang turun ke darat.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari. 

"Semua tetap di atas kapal. Mereka isi air minum itu kalau bersandar, mereka butuh air minum dan kebutuhan lainnya, seperti bahan bakar. Sebentar keluar lagi tinggalkan dermaga," serunya.

Tapi sedikit berbeda dengan informasi tambahan Sirajuddin. Ia bahkan belum bisa memastikan apakah kapal akan tetap bersandar atau dikembalikan ke zona karantina. 

"Tunggu evaluasi Dinas Kesehatan dan KKP," katanya

Sementara itu, terkait pemeriksaan terhadap sisa awak, sebanyak 99 orang, Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Naisya Azikin menegaskan rencana pemeriksaan memang betul Senin (13/4) kemarin. Tapi karena kapalnya ditunda sehingga pemeriksaan dilakukan hari ini.

"Sesuai rencana awal, senua dilakukan di atas kapal. Tidak ada yang boleh turun ke darat, karena kapal masuk dalam zona karantina. Dan hasilnya nanti akan diumumkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Termasuk semua ABK yang positif dan lainnya sudah isolasi mandiri di kapal selama 14 hari, " tandas Naisyah.

baca juga: Gugus Tugas Jatim Lakukan Rapid Test On The Spot

Terpisah, Yahya Kuncoro, Kepala Kesekretariatan PT Pelni (Persero) mejelaskan, sebagai bentuk antisipasi mencegah penyebaran Covid-19, mulai 12 April 2020 Pelni mewajibkan penumpangnya untuk menggunakan masker. Manajemen juga telah mengambil keputusan untuk menjual tiket maksimal 50 persen dari kapasitas seat terpasang untuk masing-masing kapal dan efektif sejak 4 April 2020. (OL-3)
 

Baca Juga

dok.pribadi

Politisi Muda Papua Minta Lukas Enembe Contoh Barnabas Suebu Patuh Hukum

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 18:55 WIB
POLITISI Muda Papua Haris Yoku menilai dua kali mangkirnya Gubernur Lukas Enembe ke KPK yang diduga korupsi tidak memberi contoh baik bagi...
DOK. Dekranasda Flotim

Kriya Tenun Karya Pengrajin Flores Timur Diminati Berbagai Kalangan

👤Alexander Taum 🕔Jumat 30 September 2022, 18:25 WIB
KEUNIKAN dan eksotisme kerajinan warisan leluhur Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menarik minat pengunjung Pameran Nasional Kriyanusa yang...
DOK MI

Pemkab OKU Minta BUMDes Fokus Kembangkan Desa Wisata

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 30 September 2022, 18:11 WIB
Pemerintah Kabupaten OKU mendorong badan usaha milik desa (BUMDes) di Kecamatan Ulu Ogan untuk mengembangkan potensi wisata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya