Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

NasDem: Penanganan Covid-19 di Temanggung Belum Efektif

Tosiani
11/4/2020 08:05
NasDem: Penanganan Covid-19 di Temanggung Belum Efektif
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di rumah warga untuk mencegah penyebaran covid-19.(MI/Tosiani)

KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Temanggung, Muh Sayid, menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Temanggung belum efektif untuk melawan penyebaran virus korona (covid-19).

Kendati demikian, Sayid mengakui kerja keras yang sudah dilakukan pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Meski pemerintah kabupaten dan aparaturnya sudah bekerja keras, tapi belum efektif," ujar Sayid, Sabtu (11/4).

Baca juga: Positif Covid-19, Pasien di NTT Buat Pengumuman Lewat Youtube

Sayid menilai seharusnya pemerintah daerah menjelaskan kepada masyarakat terkait pandemi covid-19. Dalam hal ini, apakah Temanggung masuk dalam zona hijau, zona kuning, atau zona merah. Penetapan status ini berkaitan erat dengan kebijakan yang harus diambil pemerintah, termasuk opsi karantina wilayah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Menurut saya yang pertama harus jelas dulu status Temanggung. Apakah kategori zona hijau, kuning atau merah. Penetapan status ini akan sangat terkait dengan kebijakan yang harus diambil pemerintah daerah,” pungkasnya.

Kebijakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Temanggung, lanjut dia, memerlukan ketegasan dan skenario yang efektif untuk mengatasi pandemi covid-19. Kemudian, untuk menjamin efektivitas kebijakan, juga diperlukan penegakan hukum terhadap masyarakat. Namun, penegakan hukum harus terukur dan sesuai dengan aturan.

Baca juga: Desa di Jawa Tengah Siapkan Tempat Isolasi Bagi Pemudik

"Kalau memang Temanggung masih zona hijau, mestinya masih sebatas physical distancing ya," imbuhnya.

Menyoroti kebijakan physical distancing di Temanggung,  Sayid menilai pelaksanaannya masih belum efektif. Dia melihat masih banyak kerumunan orang untuk kegiatan yang sifatnya tidak mendesak. "Seperti tempat pemancingan dan lapak merpati masih buka di kampung saya sendiri. Di sana juga tetap ramai,” kata dia.(OL-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya