Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAT Pelindung Diri (APD) bantuan dari Pemprov Papua Barat telah tiba di Kota Sorong, Kamis (9/4). APD yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat tersebut akan langsung dibagikan kepada tenaga medis yang bertugas menangani virus covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Hermanus Kalasuat mengatakan, APD tersebut terdiri dari cover all 325 set, VTM 100 pic, rapid test kit 40 boks, swab 120 pics, masker 100 boks, obat benzatin pemciles 150 boks, azitromicim 120 boks, dan vitamin B kompleks 100 boks.
"APD bantuan dari Satgas Covid-19 provinsi Papua Barat ini akan langsung dibagikan di tiga rumah sakit di kota Sorong yakni RS Sele Be Solu, RS dr Aryoko, dan RS Angkatan Laut, serta dinas kesehatan Kota Sorong," jelas Hermanus.
Sementara itu, Abdul Ghani Ishak Bauw, salah satu tim relawan yang ikut mengantarkan APD tersebut mengatakan bahwa selama dalam perjalanan menuju Sorong, ia sempat mengalami kendala saat melintas di Distrik Mubrani yang merupakan perbatasan antara Manokwari dan Kabupatem Tambrauw. Saat melintas perbatasan terjadi keributan dengab warga setempat.
baca juga: Polresta dan Kodim Banyumas Bantu Warga Terdampak Covid-19
Anggota DPRD Kabupaten Fakfak ini mengungkapkan masyarakat di perbatasan ingin meminta semua barang yang ia bawa tersebut. Bahkan mereka mengancam akan menebang pohon dan menghalangi rombongan yang membawa bantuan menuju Kota Sorong. Akhirnya rombongan bermalam di Distrik Mubrani dan kembali melakukan perjalanan ke Kota Sorong setelah mendapat izin dari distrik. Rombongan baru tiba di Kota Sorong, siang ini. (OL-3)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Sandi mengungkapkan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan materi yang beragam.
Ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19.
Munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.
Saat ini, kelima pasien tersebut hanya bergejala ringan. Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bupati memastikan terpaparnya warga tersebut saat yang bersangkutan berada di luar daerah.
Galeri menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar, namun tetap waspada menghindari penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved