Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Riau Syamsuar menaikkan status dari siaga menjadi tanggap darurat Covid-19 yang berlaku mulai Jumat (3/4) hingga 29 Mei 2020. Penetapan status tanggap darurat seiring dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 di Riau sebanyak 4 orang sehingga menjadi total 7 orang.
"Saya sudah meningkat status dari siaga menjadi tanggap darurat. Ini berlaku besok hingga 29 Mei 2020," kata Gubenur Riau Syamsuar saat konferensi pers update tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Pekanbaru, Kamis (2/4).
Syamsuar menjelaskan, dengan peningkatan status menjadi tanggap darurat maka proses penanganan Covid-19 akan lebih gencar lagi. Penaikkan status itu juga sejalan dengan kepastian datangnya kelengkapan peralatan laboratorium sesuai standar WHO yang disiap di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
"Lab kita di rumah sakit disesuaikan WHO. Peralatannya sudah dibeli dan saat ini sudah di Singapura. Minggu depan sudah sampai sini, sudah terpasang," jelas Syamsuar.
Dia menambahkan, dengan adanya peralatan laboratorium kesehatan senilai Rp7 miliar itu maka Riau bisa memeriksa 60 sampel swab per hari secara mandiri tanpa mengirimkan ke Balitbangkes Jakarta.
"Pusat sudah memberikan lampu hijau ke Riau. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa digunakan," ujarnya.
Sebelumnya Riau ternyata sudah ditunjuk untuk menjadi jejaring laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor: HK. 01.07/Menkes/214/2020. Namun hingga kini daerah penghasil Migas itu masih belum bisa melakukan pengujian sendiri dan masih bergantung mengirimkan sampel korona ke laboratorium Kemenkes Jakarta.
Berdasarkan Kepmenkes Nomor: HK. 01.07/Menkes/214/2020 untuk wilayah kerja Riau terdapat dua jejaring laboratorium rujukan. Pertama Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta sebagai laboratorium memiliki fungsi surveilans dan kedua Rumah Sakit Arifin Achmad Pekanbaru sebagai laboratorium tidak memiliki fungsi surveilans.
baca juga: Bulog Sigli Siap Salurkan Beras Cadangan ke Dua Kabupaten
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad (RSUDAA) Nuzelly Husnedi mengatakan laboratorium di RSUDAA belum mempunyai kelengkapan alat uji sampel Covid-19. Pihaknya beralasan masih mengupayakan pengadaan alat tersebut.
"Laboratorium RSUDAA belum punya alat pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), dan sekarang sedang percepatan melengkapinya," kata Nuzelly.(OL-3)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved