Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai membatasi aktivitas pasar tradisional di daerah itu terkait pandemi virus korona (covid-19). Namun, pedagang yang berjualan di pasar diwajibkan hanya menjual bahan kebutuhan pokok (sembako) sesuai harga yang berlaku saat ini.
"Tidak diperkenankan menjual barang non sembako pada pasar tradisional, dan waktu pertemuan di pasar dibatasi paling lambat 30 menit," demikian kutipan surat imbauan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait penyebaran dan penularan virus korona yang diterima Media Indonesia, Senin (30/3).
Surat yang ditandatangani Asisten Administrasi Umum, Pemkab Rote Ndao, Jermi Haning juga menyebutkan punggutan retribusi di pasar-pasar tradisional ditiadakan sementara.
Khusus Pasar Tradisional Busalangga di Kecamatan Rote Barat Laut, sekitar 12 kilometer barat Ba'a, ibu kota Rote Ndao ditutup setiap Sabtu. Dengan demikian, pasar tersebut hanya beroperasi satu hari setiap minggu yakni setiap Rabu. Itu pun aktivitas pasar hanya berlangsung sampai pukul 10.00 Wita. Hal yang sama juga berlaku di pasar tradisonal lainnya di setiap ibu kota kecamatan dan desa.
baca juga: Penutupan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Diperpanjang
Kabag Humas Polres Rote Ndao, Aipda Anam Nurcahyo mengatakan, selain Pasar Busalangga, pasar tradisional lainnya beroperasi satu kali dalam sepekan, tetap beroperasi seperti biasa.
"Demikian pula pasar harian yang ada di Kota Ba'a tetap buka hanya waktu opersionalnya yang dibatasi," ujarnya.
Menurutnya, aparat keamanan dari Polres Rote tetap beroperasi seperti biasa. (OL-3)
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved