Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Fraksi Partai NasDem, Subardi mendesak kalangan rumah sakit swasta juga mengembangkan diri sehingga mampu menangani penyakit-penyakit yang disebabkan virus seperti Covid-19 atau lainnya. Subardi yang berasal dari Dapil DIY itu mengemukakan selama ini penanganan penyakit-penyakit yang mudah mewabah itu hanya dilakukan oleh rumah sakit miliki pemerintah.
"Termasuk pengembangan-pengembangan yang sedang dilakukan hanya tetap pada rumah sakit milik pemerintah, termasuk rumah sakit pemerintah daerah,� katanya di sela-sela kunjungannya di Yogyakarta, Kamis (5/3).
Ia juga menyebutkan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, akan bertambah dua rumah sakit yang memiliki kemampuan sebagai rujukan penanganan Covid-19. Kedua rumah sakit itu adalah RSUD Wates di Kabupaten Kulonprogo dan RSUD Wonosari di Kabupaten Gunungkidul.
Menurut Subardi, rumah sakit swasta harus segera melibatkan diri dalam penanganan ini. Ia menjelaskan, keterlibatan swasta ini dilandasi alasan demi kemanusiaan, bukan alasan lainnya.
Sementara dalam kunjungannya di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Rabu, Subardi mendapat keluhan bahwa rumah sakit mengalami kesulitan mendapatkan masker baik masker bedah (warna hijau) maupun masker khusus N-95. RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta suah menghubungi sejumlah distributor namun hasilnya nihil. Kesulitan mendapatkan masker khususnya masker bedah juga dialami Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, menjelaskan, sediaan masker yang ada di gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebenarnya dicadangkan untuk menghadapi erupsi Gunung Merapi.
"Secara kuantitas, jumlahnya mencukupi, karena sudah di atas 30 persen dari jumlah penduduk. Kami memiliki cadangan hingga 500 ribu lembar," jelasnya.
Ia menegaskan pencadangan itu mengacu pada kepentingan bencana Gunung Merapi. Sedangkan sediaan masker N-95 saat ini sekitar 2000 biji.
"Sediaan baik masker bedah maupun N-95 jika melihat untuk kepentingan Covid-19, kami kekurangan," tambah Joko.
Dinas Kesehatan berusaha mendapatkan tambahan sediaan namun kesulitan mendapatkan di pasaran umum mapun di distributor.
"Kalau pun ada, harganya sangat mahal," katanya.
Sementara itu di ruang isolasi RSUP dr Sardjito saat ini sedang digunakan untuk merawat dua orang dalam pengawasan Covid-19. Dr. Rukmono Siswihananto mengatakan, dua orang tersebut, seorang warga DIY yang paa tanggal 1 Maret lalu pulang dari umroh.
"Perempuan lansia ini kondisinya stabil," katanya.
baca juga: Seluruh RS Rujukan Harus Simulasi Penanganan Pasien Korona
Selain itu, pada Selasa malam, seorang warga negara Jepang juga masuk ke ruang isolasi. Warga Negara asal Jepang ini merupakan mahasiswa Program Pertukaran Pelajar (Student Exchange) di sebuah perguruan tinggi
Kondisi WN Jepang ini disebutkan cukup baik dan terus membaik. RSUP Dr Sardjito, kata Rukmono sudah mengambil sampel dan mengirimnya ke Balitbang Kesehatan.
"Tunggu hasilnya, semoga negatif," katanya. (OL-3)
Dia menambahkan bahwa sejauh ini hasil dari CKG didominasi oleh penyakit hipertensi, baik untuk usia anak-anak sampai lansia.
Primaya Hospital Bekasi Timur berupaya menerapkan standar mutu dan keselamatan pasien sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit.
Irma menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait keterbatasan dokter spesialis maupun subspesialis yang berdampak pada tidak optimalnya akses pelayanan kesehatan.
Keterlibatan sekolah dan orang tua jadi elemen penting dalam membangun pemahaman anak terhadap kesehatan dan lingkungan medis secara positif.
Jasa Raharja telah mengoptimalkan sistem monitoring dan respons cepat yang terintegrasi secara daring dengan lebih dari 2.770 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved